Laporkan Masalah

Pengaruh Stresor Psikososial Terhadap Depresi Pada Tenaga Kerja Wanita Sektor Industri Tekstil Di Kotamadya Yogyakarta

Romilda F. T., Dra. Sumarni, DW

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Depresi merupakan masalah universal dan mempunyai prevalensi yang tinggi, sedang prevalensi ini terus bertambah baik kualitas maupun kuantitasnya. Telah banyak konsep yang diajukan untuk menjelaskan terjadinya depresi. Pada prinsipnya kausa depresi bersifat multifaktorial. Depresi lebih banyak dialami oleh wanita dibanding pria dan pada wanita yang bekerja lebih besar dibanding wanita yang tidak bekerja. Pada wanita bekerja dengan stresor paikososial yang tinggi cenderung mengalami depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara stresor psikososial dengan depresi di kalangan tenaga kerja wanita, dalam kehidupannya berkecimpung dalam situasi yang penuh tantangan dan persaingan, dan apabila kemudian mendapat stresor psikososial yang tinggi akan mengalami dampak berupa depresi. Subjek penelitian adalah tenaga kerja wanita sektor industri di Kotamadya Yogyakarta sejumlah 40 responden. Penelitian dilakukan dengan cara responden diminta mengisi instrumen yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu instrumen stresor psikososial modifikasi SRRS, GHQ dan skala kebohongan MMPI dan data diolah serta dianalisis dengan Chi Square Test dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian pada 40 responden tenaga kerja wanita sektor industri tekstil Kusumatex di Kotamadya Yogyakarta didapatkan 30 responden (75%) dengan stresor psikososial positif, sebanyak 19 responden (47,5%) mengalami depresi, 11 responden (27,5%) tidak mengalami depresi; sedangkan 10 responden (25%) dengan stresor psikososial negatif , sebanyak 1 responden (2,5%) mengalami depresi, 9 responden (22,5%) tidak mengalami depresi. Perhitungan statistik dengan Chi Square Test dan koefisien kontingensi diperoleh X2 = 6,53 untuk dk =1; P < 0,05; C = 0,375 berarti terdapat hubungan yang bermakna antara stresor psikososial dengan depresi. Stresor psikososial ini kemudian dibagi-bagi menurut sumbernya yaitu dari lingkungan keluarga, lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial dan lingkungan masyarakat. Kemudian masing-masing sumber stresor psikososial dianalisis dengan Chi Square Test untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan yang bermakna ke-4 sumber stresor psikososial dengan depresi. Hasil anaJisis statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ke-4 sumber stresor psikososlal dengan depresi. Urutan sumber stresor psikososial yang paling besar berasal dari lingkungan pekerjaan (65%) diikuti lingkungan keluarga (50%), lingkungan soslal (25%) dan terakhir lingkungan masyarakat (22,5%).Angka prevalensi depresi pada tenaga kerja wanita sektor industri Kusumatex di Kotamadya Yogyakarta sebesar 50%.

Kata Kunci : Depresi, Tenaga Kerja, Wanita, Sektor Industri, stresor psikososial

  1. S1-FKU_1997-RomildaFT-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1997-RomildaFT-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1997-RomildaFT-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1997-RomildaFT-Title.pdf