Laporkan Masalah

Penilaian Kualitas Tanah Andisol Berbasis Minimum Data Set pada Kebun Teh Tambi Wonosobo

Melia Ningrum Putri Nugraheni, Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P., IPU., ASEAN Eng. ; Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Tanah

Kualitas tanah merujuk pada kapasistas suatu lahan untuk memenuhi berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh manusia atau  ekosistem dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini dilakukan di Kebun Teh PT Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah, yang memiliki karakteristik topografi dan umur tanaman teh yang bervariasi. Permasalahan yang diangkat adalah belum adanya informasi mendalam mengenai Indeks Kualitas Tanah (IKT) di bawah tegakan teh dengan perbedaan kemiringan lereng dan umur tanaman, yang berpotensi memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas tanah berdasarkan pendekatan indeks menggunakan kombinasi kemiringan lereng dan umur tanaman. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel tanah berdasarkan tiga kelas umur tanaman teh (<15>60 tahun) pada dua tingkat kemiringan lereng (8–15?n 25–45%) dengan tiga ulangan di masing-masing kombinasi, pada dua kedalaman tanah (0–20 cm dan 20–40 cm). Penentuan indikator utama kualitas tanah dilakukan menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA), dan IKT dihitung dengan dua pendekatan: penjumlahan (IKTa) dan pembobotan (IKTw). Hasil menunjukkan bahwa nilai IKT bervariasi dari sangat rendah hingga tinggi. Variasi kombinasi terbaik diperoleh pada K2U3 (lereng curam dan umur >60 tahun), dengan nilai IKTa sebesar 0,700 dan IKTw sebesar 1,45. Indikator yang paling berpengaruh terhadap nilai IKT adalah %lempung, pH H?O, pH NaF, ?bu, C-organik, K tersedia, berat volume, KPK, dan %pasir. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian IKT dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengelolaan tanah, khususnya dalam memperbaiki indikator yang masih dapat diubah guna menjaga keberlanjutan kebun teh di lahan bertopografi curam. 

Soil quality refers to the capacity of land to fulfill various functions needed by humans or ecosystems over a long period of time. This research was conducted at the PT Tambi Tea Plantation, Wonosobo, Central Java, which has varied topographic characteristics and plant ages. The problem raised is the lack of in-depth study of the Soil Quality Index (SQI) under stands with different slopes, information on plant ages, which have the potential to affect productivity and land desirability. The purpose of this study is to illuminate soil quality based on an index approach using a combination of slope gradient and plant age. The sampling method used includes taking soil based on three plant age classes (<15>60 years) at two slope levels (8–15% and 25–45%) with three replications in each combination, at two soil depths (0–20 cm and 20–40 cm). Determination of the main indicators of soil quality was carried out using Principal Component Analysis (PCA), and SQI was calculated with two approaches: summation (SQI) and weighting (SQI). The results show that SQI values vary from very low to high. The best combination variation was obtained in K2U3 (steep slope and age >60 years), with an IKTa value of 0.700 and an IKTw of 1.45. The indicators that most influence the IKT value are % clay, pH H?O, pH NaF, % dust, C-organic, available K, bulk density, LCC, and % sand. From these results, it can be concluded that the IKT assessment can be used as a basis for making land management decisions, especially in improving indicators that can still be changed to maintain the dryness of tea gardens on steep topographic land.

Kata Kunci : Andisol,indeks kualitas tanah,kebun teh,keberlanjutan lahan/Andisols,soil quality index,tea plantation,land sustainability

  1. S2-2025-525037-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525037-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525037-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525037-title.pdf