Evaluasi Terapi Methothrexate Dosis Tinggi Pada Anak-Anak Penderita Leukemia Limfoblastik Akut
Nawi, Dr. Indwiani Astuti, Phd.; Dr. osman Sianipar, DMM.M.Sc., DSPK
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLeukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan penyakit keganasan yang paling sering dijumpai pada anak-anak, meliputi 30% dari seluruh keganasan pada anak-anak dan sering dijumpai pada umur 1-5 tahun. Angka kematian LLA akibat relaps masih tinggisehingga diperlukan suatu terapi yang efektif untuk mencegah relaps dan kematian pada penderita LLA. Relaps pada sususnan saraf pusat (meninggal leukemia) merupakan salah satu faktor prognosis yang jelek pada penderita LLA. Untuk itu diperlukan pengobatan profilaksis susunan saraf pusat terhadap sel-sel leukemia. Terapi profilaksis yang dapat diberikan berupa radiasi kranial, methothrexate sistemik, methothrexate intratekal ataupn methothrexate dosis tinggi intravena. Terapi profilaksis susunan saraf pusat dengan methothrexate dosis tinggi (HD-MTX) telah dilakukan di RSUP Dr. Sardjito sejak tahun 1992. Manfaat methothrexate dosisi tinggi dalam mencegah meningeal leukemia dan efek samping penggunaan HD-MTX telah pernah diteliti, tetapi evaluasi metode HD-MTX dibandingkan dengan methothrexate tanpa dosis tinggi (ND-MTX) belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi HD-MTX dibandingkan dengan ND-MTX dalam mencegah meningeal leukemia pada anak-anak penderiata LLA. Populasi yang diamati adalah anak-anak penderita LLA di RSUP Dr. Sardjito dari tahun 1990 sampai tahun 1995. Kriteria pemasukan meliputi semua penderita LLA tipe L1, L2 dan L3, berumur <15 tahun, telah mencapai remisi total dalam terapi induksi dan mendapat pengobatan profilaksis dengan NO-MTX dan HD-MTX. Kriteria pengecualian meliputi penderita yang menghentikan pengobatan tanpa alasan medik dan penderita yang menderita meningeal leukemia pada saat diagnosis. Design penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Data diperoleh dari bagian Rekam Medis RSUP Dr. Sardjito. Jumlah penderita yang mengalami relapsa dan meningeal leukemia dicatat dam dianalisis. Fisher exact test digunakan untuk menguji apakah HD-MTX lebih efektif (one-tail hypothesis) dibandingkan ND-MTX dengan nilai kepercayaan 95%. Sedangkan Kaplan-Meier digunakan untuk mengamati waktu terjadinya relaps dan survival penderita LLA. Dalam hal mencgah meningeal leukemia ternyata kelompok yang mendapat terapi HD-MTX tidak meunjukkan perbedaan biladibandingkan dengan kelompok yang mendapat terapi ND-MTX (p>0.05). Akan tetapi dalam mencegah kejadian relaps kelompok HD-MTK terbukti lebih efektif dibanding ND-MTX (p<0.05). Hal ini juga diperkuat analisis survival yang menyatakan bahwa relaps dan kematian pada pendrita yang mendapat terapi ND-MTK terjadai lebih awal dibanding penderita yang mendapat HD-MTX. Daripenelitian ini dapat disimpulkan bahwa HD-MTX lebih efektif dibandingkabn dengan ND-MTX untuk terapi profilaksis susunan saraf pusat.
Kata Kunci : Leukemia limfoblastik akut, methothrexate