Analisis Curah Hujan Ekstrim yang Dipengaruhi oleh Siklon Tropis
Ndaru Prasetyaningrum, Prof. Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc., Ph.D ; Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Curah hujan ekstrem yang dipicu
oleh siklon tropis menjadi ancaman signifikan terhadap kerentanan wilayah rawan
banjir dan longsor di Indonesia bagian selatan. Siklon yang terbentuk di
Samudra Hindia, meskipun tidak melanda langsung, terbukti meningkatkan curah
hujan ekstrem di wilayah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa
Tenggara Timur (NTT), dan Pacitan. Salah satu contoh nyata adalah Siklon Tropis
Cempaka yang terjadi pada November 2017, menyebabkan curah hujan harian ekstrem
hingga 364 mm di Yogyakarta dan 228 mm di Pacitan. Siklon tropis memberikan
dampak besar terhadap desain infrastruktur keairan dan perencanaan mitigasi
bencana yang memerlukan estimasi hujan yang lebih akurat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ekstremitas curah hujan yang
dipengaruhi oleh siklon tropis serta mengukur dampaknya terhadap nilai hujan
rancangan melalui analisis Probable Maximum Precipitation (PMP).
Metode yang digunakan mencakup analisis data
curah hujan harian maksimum tahunan dari tiga wilayah terpilih, klasifikasi
data berdasarkan kejadian siklon tropis, uji outlier untuk mengeliminasi data
ekstrem yang tidak representatif, serta analisis frekuensi menggunakan empat
distribusi probabilitas. Distribusi Log-Normal dipilih sebagai model terbaik
berdasarkan hasil uji kesesuaian statistik. Perbandingan dilakukan terhadap
kurva estimasi dan nilai PMP baik dengan maupun tanpa pengaruh siklon tropis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian
siklon tropis meningkatkan curah hujan ekstrem secara signifikan. Peningkatan
nilai pada probabilitas terlampaui 1% mencapai 59.12% di Sleman, 27.03% di
Eltari, dan 13.87% di Pacitan. Nilai PMP juga meningkat, paling tinggi terjadi
di NTT sebesar 22.84%. Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan
pengaruh siklon tropis dalam pendekatan analisis hidrologi untuk wilayah
Indonesia yang rentan.
Extreme rainfall events induced
by tropical cyclones pose a substantial threat to flood-prone and
landslide-susceptible regions in southern Indonesia. Though cyclones rarely
make landfall directly, those forming in the Indian Ocean have demonstrated the
ability to intensify rainfall anomalies in regions such as Yogyakarta, East
Nusa Tenggara (NTT), and Pacitan. A notable example is Tropical Cyclone
Cempaka, which occurred in November 2017 and caused daily extreme rainfall of
up to 364 mm in Yogyakarta and 228 mm in Pacitan. These phenomena have
significant implications for hydrologic infrastructure design and disaster
mitigation planning.This study aims to quantify the extremity of rainfall
caused by tropical cyclones and assess their impact on rainfall statistics,
specifically Probable Maximum Precipitation (PMP).
Methodologies include collecting
daily maximum annual rainfall data from selected regions, classifying data
based on cyclone occurrence, applying outlier detection, and conducting
frequency analysis using four probability distributions. Log-Normal
distribution was selected as the best fit model after rigorous goodness-of-fit
tests. Comparative analyses were then performed on estimation curves and PMP
values, both with and without cyclone-affected data.
The analysis results show that
tropical cyclone events significantly increase extreme rainfall estimates, with
increases of 59.12% in Sleman, 27.03% in Eltari (Kupang), and 13.87% in Pacitan
at the 1% exceedance probability level. PMP values also rose notably,
particularly in NTT by 22.84%. These findings underscore the necessity of
incorporating cyclone-related rainfall data into hydrological analyses for
climate-vulnerable regions in Indonesia.
Kata Kunci : Curah hujan ekstrem, siklon tropis, outlier, PMP.