Laporkan Masalah

Islamist Movement and Its Resilience Under the State Repression: A Study On “Empowering Muslimah” Study Circle

Alifatul Lusiana Uswatun Chasanah, Prof. Dr. Fatimah Husein, Dr. Mohammad Iqbal Ahnaf

2025 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini mengkaji motif dan insentif keterlibatan perempuan Muslim dalam gerakan Islamis yang beresiko mengalami represi negara. Fokus utama penelitian ini adalah peserta study circle yang bernama “Empowering Muslimah”, sebuah program pembelajaran yang diinisiasi oleh mantan aktivis perempuan HTI yang mempertahankan ideologi Hizbut Tahrir. Study circle ini menggambarkan kemampuan HTI untuk mempertahankan gerakannya delapan tahun setelah secara resmi dibubarkan oleh pemerintah Indonesia. Dalam konteks kebijakan negara tersebut, tesis ini mengajukan dua pertanyaan penelitian: 1) Apa saja motif dan insentif yang mendorong keterlibatan perempuan Muslim dalam gerakan Islamis, dan bagaimana hal tersebut membentuk pemahaman mereka terhadap risiko partisipasi politik mereka di bawah represi negara? 2) Bagaimana aktivis perempuan Muslim berkontribusi dalam mempertahankan keberlanjutan ideologi HTI melalui Empowering Muslimah study circle? Dengan menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan lima orang responden dari peserta study circle. Penelitian ini menggunakan kerangka permberdayaan dari Naila Kabeer yang melibatkan penggunaan variabel resources, agency, achievements untuk menjawab kedua pertanyaan penelitian. Kabeer mengkonseptualisasikan pemberdayaan sebagai kemampuan untuk membuat pilihan-pilihan hidup yang strategis dan memungkinkan perempuan untuk menjalankan agensinya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam gerakan Islamis didorong oleh motif-motif yang bersifat personal, termasuk kebutuhan material akan tempat tinggal, kebutuhan akan ruang untuk menegosiasikan trauma dan kegelisahan masa lalu, dorongan untuk mengembangkan pengetahuan diri, serta pendekatan sosial berbasis hubungan pertemanan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa agensi tidak selalu dimanifestasikan melalui perlawanan publik, melainkan melalui tindakan-tindakan strategis yang berbasis edukasi dan bersifat relasional. Dalam menjalankan agensi, perempuan Muslim berkontribusi terhadap keberlanjutan ideologi HTI melalui partisipasi mereka dalam study circle dan dengan mereproduksi wacana ideologis dalam bentuk-bentuk yang lebih sesuai dengan konteks sosial-politik di area dakwah mereka. Partisipasi mereka menghasilkan berbagai pencapaian, termasuk transformasi identitas personal, pergeseran dalam relasi sosial, dan peran aktif dalam menjaga keberlanjutan ideologi.

This research examines the motives and incentives of women's participation in Islamist movements at risk of state repression. The primary focus of this research is on the participants' study circle called “Empowering Muslimah”, a learning program initiated by former HTI’s women activists who continue to uphold the ideological orientation of the Hizbut Tahrir. This study circle illustrates the HTI’s ability to sustain its movement eight years after the Indonesian government officially disbanded the organization. Within this context of state policy, this thesis poses two main research questions: 1) What are the motives and incentives that drive Muslim women's involvement in Islamist movements, and how do these shape their understanding of the risks associated with political participation under state repression? 2) How do Muslim women activists contribute to maintaining HTI’s ideological continuity through the Empowering Muslimah study circle? Using qualitative methods, data were collected through participant observation and interviews with five respondents from the study circle. This research applies Naila Kabeer's framework of empowerment, which consists of the variables of resources, agency, and achievements, to address both research questions. Kabeer conceptualizes empowerment as the ability to make strategic life choices and enabling women to exercise their agency. The findings reveal that women’s participation in the Islamist movement is primarily driven by personal motives, including material needs for housing, the need for space to negotiate past trauma and anxiety, a motivation for self-knowledge development, and a friendship-based social approach. This research shows that agency does not always manifest through direct or public resistance, but rather through strategic actions that are educational and relational. As Muslim women exercise their agency, they contribute to the HTI’s ideological continuity through their participation in the study circle and by reproducing ideological discourse in more suited ways to the socio-political contexts of their respective dakwah areas. Their participation leads to a range of achievements, including the transformation of personal identity, shifts in social relations, and active roles in sustaining HTI’s ideological continuity.

Kata Kunci : HTI Ideology, Islamist Movements, Women's Agency

  1. S2-2025-524791-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524791-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524791-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524791-title.pdf