Penggunaan data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk analisis perubahan hutan jati 2000-2003 (Kasus di KPH Mantingan Kabupaten Rembang Jawa Tengah)
David Ricardo, Dr. Hartono, DEA., DESS.; Sigit Heru Murti, S.Si, M.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHINTISARI Penelitian ini menggunakan data satelit penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) untuk analisis perubahan hutan jati yang terjadi di KPH Mantingan Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan data digital Landsat TM Tahun 2000 dan Landsat ETM+ Tahun 2003 dalam memberikan informasi hutan jati yang diperlukan untuk analisis perubahan hutan jati dengan skala 1: 250.000. Data yang digunakan adalah data digital Landsat TM 2000 dan Landsat ETM+ 2003. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi jenis hutan secara visual dengan cara digitasi pada layar monitor untuk menghasilkan peta hutan tahun 2000 dan peta hutan tahun 2003 dengan tingkat ketelitian klasifikasi pada skala 1: 250.000. Kajian perubahan hutan diperoleh dari hasil tumpang susun kedua peta tersebut melalui prosedur sistem informasi geografis (SIG). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa telah terjadi perubahan yang signifikan pada hutan di KPH Mantingan Kabupaten Rembang Jawa Tengah periode 2000 hingga 2003. Perubahan tersebut adalah: (a) Perubahan hutan yang terjadi di KPH Mantingan selama periode 2000-2003 adalah: penambahan luas jati 2416.98 Ha atau 19.41%, penurunan luas non jati 2091.41 Ha atau 39.36%, penurunan luas lahan kosong 325.56 Ha atau 22.80%; (b) Perubahan luas hutan yang terjadi di bagian hutan adalah: (i) BH Kalinanas, yaitu: penambahan luas jati 1268.59 Ha atau 32.90%, penurunan luas non jati 1134.63 Ha atau 47.90%, penurunan luas lahan kosong 133.96 Ha atau 20.46%; (ii) Sulang Barat, yaitu: penambahan luas jati 275.36 Ha atau 6.03%, penurunan luas non jati 182.52 Ha atau 16.98%, penurunan luas lahan kosong 92.84 Ha atau 16.07%: (iii) Sulang Timur, yaitu: penambahan luas jati 873.02 Ha atau 21.69%, penurunan luas non jati 774.26 Ha atau 41.40%, penurunan luas lahan kosong 98.76 Ha 50.52%. Perubahan luas hutan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: pencurian kayu dan perencekan, kebakaran hutan, pengembalan liar, bibrikan lahan, sengketa tanah.
-
Kata Kunci : Perubahan hutan jati,Penginderaan jauh,sistem informasi geografis,Rembang,Jawa Tengah