Persepsi dan Kelayakan Usaha Tani Sistem Surjan sebagai Praktik Climate Smart Agriculture di Kabupaten Kulon Progo
Apriana Megasari, Arini Wahyu Utami, M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Praktik manajemen agribisnis sangat diperlukan pada sektor pertanian dalam menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan pangan di tengah berbagai dampak buruk perubahan iklim. Berbagai adaptasi telah banyak dilakukan salah satunya Climate Smart Agriculture (CSA) yaitu praktik pertanian cerdas iklim yang terbukti dapat meningkatkan produktivitas. CSA dengan kearifan lokal yang dipraktikkan di Kabupaten Kulon Progo adalah sawah sistem surjan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji persepsi petani lahan surjan dan non-surjan terhadap fenomena perubahan iklim dan lingkungan saat ini, (2) menganalisis faktor yang mempengaruhi jumlah penerapan strategi adaptasi perubahan iklim petani lahan surjan dan non-surjan, dan (3) mengevaluasi dampak penerapan pertanian lahan surjan sebagai adaptasi perubahan iklim terhadap pendapatan petani dan kelayakan usaha tani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Propensity Score Matching (PSM) dan regresi Poisson. Sampel penelitian terdiri dari 140 responden yang terbagi menjadi 70 responden petani surjan dan 70 responden petani non-surjan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perubahan iklim dan lingkungan saat ini antara petani surjan dan non-surjan tidak berbeda nyata. Petani dengan lahan surjan, menerapkan aktivitas peternakan, dan memiliki luas lahan milik sendiri yang lebih luas terbukti mengadopsi jumlah strategi adaptasi perubahan iklim lebih banyak. Penerapan lahan surjan menunjukkan tambahan pendapatan rata-rata sebesar Rp 6.482.080 dan kelayakan usaha tani (R/C rasio) meningkat 0.45 poin.
Agribusiness management practices are crucial in the agricultural sector to address the challenges of meeting food demands amid the adverse impacts of climate change. Various adaptation strategies have been implemented, one of which is Climate Smart Agriculture (CSA), a climate-resilient farming practice proven to enhance productivity. In Kulon Progo Regency, CSA integrated with local wisdom is practiced through the surjan farming system. This study aims to: (1) examine the perceptions of surjan and non-surjan farmers regarding the current climate and environmental changes, (2) analyze the factors influencing the number of climate change adaptation strategies adopted by surjan and non-surjan farmers, and (3) evaluate the impact of implementing surjan farming as a climate adaptation strategy on farmers' income and farm feasibility. This research uses a quantitative approach with Propensity Score Matching (PSM) and Poisson regression analysis. The study sample consists of 140 respondents, comprising 70 surjan farmers and 70 non-surjan farmers. The results show that there is no significant difference in climate and environmental change perceptions between surjan and non-surjan farmers. Farmers with surjan land, livestock activities, and larger land ownership tend to adopt more climate adaptation strategies. The implementation of surjan farming contributes an average additional income of IDR 6,482,080 and increases farm feasibility (R/C ratio) by 0.45 points.
Kata Kunci : CSA, surjan, persepsi, strategi adaptasi, Propensity Score Matching/CSA, surjan, perception, adaptation strategies, Propensity Score Matching.