Penggunaan data digital landsat untuk penentuan tingkat kekeringan lahan di kabupaten Bantul
Dani Wijayanto, Dr. Hartono, DEA., DESS.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHMusim kemarau yang terjadi di Indonesia seringkali menyebabkan bencana kekeringan di berbagai wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan propinsi Nusa Tenggara. Hal ini menambah kesulitan pangan di Indonesia khususnya produksi padi. Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah di Jawa yang mengalami fenomena kekeringan lahan pada sekitar tahun 2003. Diperlukan suatu penelitian tentang kekeringan yang digunakan untuk mengetahui kejadian kekeringan dan faktor yang berperan dalam terjadinya kekeringan di suatu daerah. Palmer (1965) dalam penelitiannya memanfaatkan data iklim yang berupa suhu udara, curah hujan dan tekstur tanah menjadi penduga tingkat kekeringan bulanan di suatu wilayah yang dinyatakan dalam indeks kekeringan Palmer. Teknologi penginderaan jauh yang kini telah berkembang cukup pesat dalam perkembangan resolusi spasial dan spektralnya. Hal tersebut digunakan sebagai masukan dan penyediaan data yang akan dipergunakan untuk studi meteorologi khususnya kekeringan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan citra penginderaan jauh Landsat TM untuk menghasilkan peta agihan kekeringan lahan dan temperatur permukaan. serta menentukan korelasi antara temperatur permukaan dari citra Landsat TM saluran thermal dan citra hasil transformasi indeks NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), Indeks kecerahan (Brightness), Indeks kehijauan (Greeness) dan Indeks kebasahan (Wetness) dengan tingkat kekeringan lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memanfaatkan data curah hujan dan suhu udara untuk menghitung indeks kekeringan Palmer dengan meghitung kapasitas air tersedia, neraca air dan konstanta iklimnya. Data penginderaan jauh digunakan untuk mengekstraksi data penutup dan penggunaan lahan untuk menghitung kapasitas air tersedia, serta membuat peta citra temperatur dan transformasi indeks. Hasil dari penelitian ini adalah peta kekeringan lahan yang menunjukan bahwa nilai indeks kekeringan di Kabupaten Bantul untuk bulan Mei 1998 dan Agustus 2002 hampir sama yaitu -0,5 sampai 1 artinya secara umum daerah penelitian mempunyai sifat cuacanya mendekati normal. Artinya bahwa air yang masuk seimbang dengan yang keluar. Dari hasil korelasi antara nilai indeks kekeringan dengan citra temperatur dan transformasi indeks daerah penelitian tidak menunjukkan hubungan.
-
Kata Kunci : Data digital landsat,Kekeringan lahan,Bantul,DIY