Laporkan Masalah

Optimalisasi Peran Museum dan Monumen Sebagai Sarana Pewarisan Nilai-nilai Kejuangan Dalam Mendukung Ketahanan Prajurit (Studi di Museum dan Monumen PETA Bogor)

ROCHIM, Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum.; Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si.

2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Museum dan Monumen PETA di Bogor, yang memiliki peran sentral dalam merekam sejarah pembentukan tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA) pada masa pendudukan Jepang. Sebagai lembaga pendidikan militer pertamadi Indonesia, PETA menjadi cikal bakal lahirnya TNI. Melalui diorama, koleksi, dan monumen yang ada, Museum dan Monumen PETA tidak hanya menghadirkan narasi historis, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kejuangan. Nilai-nilai inilah yang relevan untuk ditanamkan kembali kepada prajurit TNI di era modern. Penelitian ini mengkaji peran aktual museum, hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi optimalisasi melalui pendekatan teoritis tentang pendidikan sejarah, nilai kejuangan, ketahanan prajurit, dan interaksi edukatif.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses optimalisasi peran Museum dan Monumen sebagai sarana pewarisan nilai-Nilai kejuangan dalam mendukung ketahanan prajurit. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara langsung dengan informan terkait, observasi langsung ke Museum dan Monumen PETA di Bogor dan studi dokumen perpustakaan di Perpustakaan Pusat TNI Angkatan Darat.

Hasil penelitian menunjukkan Museum dan Monumen PETA berperan strategis sebagai media edukasi sejarah militer dan internalisasi nilai-nilai kejuangan, Namun, peran tersebut belum optimal dalam pengelolaannya, antara lain: masih rendahnya minat kunjungan prajurit ke museum, penataan dan penyajian koleksi yang belum memanfaatkan teknologi modern, serta adanya keterbatasan SDM dan anggaran.. Untuk mengoptimalkan Museum dan Monumen PETA sebagai sarana pewarisan nilai-nilai kejuangan kepada prajurit, dibutuhkan strategi yang terencana, berkelanjutan, dan adaptif, antara lain:  integrasi kunjungan kurikulum pendidikan militer. modernisasi penyajian informasi, penguatan kerja sama dengan lembaga pendidikan militer, program pembinaan nasionalisme untuk prajurit.


The PETA Museum and Monument in Bogor has central roles in documenting the history of the formation of the volunteer army Pembela Tanah Air (PETA) during the Japanese colonisation. As the first military educational institution in Indonesia, PETA served as the origins of the Tentara Nasional Indonesia (TNI). Through its dioramas, collections, and monuments, the PETA Museum and Monument not only presents historical narratives but also conveys values of heroism. These values are relevant to be re-embedded in TNI soldiers in this modern era. This study aims to analyze the actual role of the museum, the obstacles it faces, and formulate optimization strategies through a theoretical approach to historical education, military values, soldier resilience, and educational interaction. 

This study aims to analyze the process of optimising the role of museums and monuments as a medium for transmitting values of patriotism in supporting soldier resilience. This study was conducted using a qualitative approach through direct interviews with relevant informants, direct observation of the PETA Museum and Monument in Bogor, and library document studies at the Perpustakaan Pusat TNI Angkatan Darat.

The results of the study show that the PETA Museum and Monument has a strategic role as a medium for military history education and the internalisation of patriotic values. However, this role has not been optimally managed, including: low interest in visits to the museum by soldiers, the arrangement and presentation of collections that do not leverage modern technology, and limitations in human resources and budget. To optimise the PETA Museum and Monument as a means of passing on the patriotic values to soldiers, a well-planned, sustainable, and adaptive strategy is needed, including: integration of visits into the military education curriculum; modernisation of information presentation; strengthening cooperation with military education institutions; and nationalistic development programmes for soldiers.


Kata Kunci : optimalisasi; museum dan monumen; nilai kejuangan; ketahanan prajurit; pendidikan sejarah; PETA.

  1. S2-2025-467946-abstract.pdf  
  2. S2-2025-467946-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-467946-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-467946-title.pdf