Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Kebijakan Desentralisasi Fiskal Terhadap Kinerja Keuangan Daerah di Indonesia

VERA PIPIN WULANDARI, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D.,

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini menganalisis pengaruh kebijakan desentralisasi fiskal terhadap kinerja keuangan daerah di Indonesia dengan fokus pada dua indikator utama, yaitu rasio efisiensi dan efektivitas. Desentralisasi fiskal diukur melalui tiga dimensi: desentralisasi pendapatan, desentralisasi transfer, dan desentralisasi pajak. Data yang digunakan merupakan data sekunder Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota selama periode 2014–2024 yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi data panel pada 12 spesifikasi model, yang mencakup variabel kontrol dummy Covid-19 dan jumlah penduduk serta variabel lag untuk menangkap efek tertunda. Dalam penelitian ini juga dilakukan pengujian robustness untuk mengevaluasi kestabilan atau konsistensi hasil model awal dalam mengukur pengaruh desentralisasi fiskal terhadap efisiensi dan efektivitas keuangan daerah dengan mempertimbangkan interaksi kondisi pandemi Covid-19. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kinerja keuangan daerah, khususnya pada aspek efisiensi. Desentralisasi fiskal pendapatan, transfer, dan pajak cenderung berpengaruh negatif signifikan terhadap efisiensi, sedangkan pengaruhnya terhadap efektivitas umumnya tidak signifikan, kecuali transfer pada tahun berjalan yang berdampak negatif. Ketergantungan pada dana pusat, kelemahan kelembagaan, dan minimnya pengawasan menjadi penghambat utama, sementara pandemi Covid-19 terbukti menurunkan efektivitas tetapi tidak memengaruhi efisiensi. Hasil robustness test menunjukkan pengaruh terhadap efisiensi bersifat konsisten, namun efektivitas lebih rentan terhadap krisis. 

Temuan ini menegaskan perlunya reformasi kebijakan fiskal daerah yang adaptif, penguatan kapasitas kelembagaan, perbaikan tata kelola, serta desain transfer yang memberi insentif untuk mendorong kinerja keuangan daerah yang lebih optimal.

This study analyzes the effect of fiscal decentralization policy on regional financial performance in Indonesia, focusing on two main indicators: efficiency and effectiveness ratios. Fiscal decentralization is measured through three dimensions: revenue decentralization, transfer decentralization, and tax decentralization. The data used consist of secondary data from provincial, regency, and city-level regional budgets (APBD) during the period 2014–2024, obtained from the Directorate General of Fiscal Balance. The study applies a quantitative approach using panel data regression across 12 model specifications, which include control variables (Covid-19 dummy and population) and lag variables to capture delayed effects. Robustness tests were also conducted to evaluate the consistency of the initial models in assessing the influence of fiscal decentralization on regional financial efficiency and effectiveness, considering the interaction with the Covid-19 pandemic.

The findings show that fiscal decentralization in Indonesia still faces challenges in improving regional financial performance, particularly in terms of efficiency. Revenue, transfer, and tax decentralization tend to have a significantly negative effect on efficiency, while their impact on effectiveness is generally insignificant, except for current transfers which show a negative effect. Dependence on central government funds, weak institutional capacity, and lack of oversight emerge as key obstacles. The Covid-19 pandemic was found to reduce effectiveness but had no significant impact on efficiency. The robustness test results confirm that the impact on efficiency is consistent, whereas effectiveness is more vulnerable to crises.

These findings highlight the need for adaptive fiscal policy reforms, institutional capacity building, improved governance, and performance-based transfer designs to enhance regional financial outcomes.

Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal, Efisiensi, Efektivitas, Kinerja Keuangan Daerah, Transfer Fiskal, Pandemi Covid-19, Data Panel, Robustness Test.

  1. S2-2025-530444-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530444-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530444-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530444-title.pdf