Laporkan Masalah

Analisis Kepatuhan Pengungkapan ESG Berdasarkan Prinsip Maqashid Syariah: Perbandingan Perusahaan Takaful di Negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)

Nur Muhammad Abdilah Hamijaya, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini mengkaji identitas Islam perusahaan takaful melalui praktik pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di lima negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Pakistan. Dengan mengadopsi lima dimensi maqashid syariah Hifz al-Din, Hifz al-Nafs, Hifz al-Aql, Hifz al-Nasl, dan Hifz al-Mal sebagai kerangka etis, penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan pelaporan keberlanjutan pada lembaga keuangan Islam. Analisis konten kualitatif dilakukan terhadap laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan takaful tahun 2022 hingga 2023, menggunakan instrumen kode terstruktur dengan skala 0 hingga 5 untuk menilai tingkat pengungkapan ESG berdasarkan maqashid syariah. Validitas diperkuat melalui protokol analisis sistematis, sementara reliabilitas antar coder diuji menggunakan Krippendorff’s Alpha. Temuan menunjukkan bahwa secara rata-rata, perusahaan takaful mengungkapkan kurang dari 50% indikator ESG yang selaras dengan maqashid syariah. Arab Saudi menunjukkan keselarasan tertinggi, disusul oleh Malaysia dan UEA dengan kinerja moderat. Indonesia mengalami peningkatan signifikan berkat dukungan regulasi, sedangkan Pakistan mencatat tingkat pengungkapan terendah akibat keterbatasan struktural. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan kerangka penilaian ESG yang baru dan dapat di replikasi berdasarkan etika Islam, serta menyoroti pengaruh lingkungan regulasi nasional terhadap praktik pengungkapan. Dengan mengintegrasikan maqashid syariah ke dalam analisis ESG, studi ini memberikan wawasan strategis bagi regulator, praktisi keuangan Islam, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas yang sesuai syariah di sektor takaful.

This study explores the Islamic identity of takaful companies through Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure practices in five member countries of the Organization of Islamic Cooperation (OIC): Saudi Arabia, Malaysia, United Arab Emirates, Indonesia, and Pakistan. Employing the five dimensions of maqashid al-shariah—Hifz al-Din, Hifz al-Nafs, Hifz al-Aql, Hifz al-Nasl, and Hifz al-Mal—as an ethical framework, the study addresses gaps in sustainability reporting within Islamic financial institutions. A qualitative content analysis was conducted on sustainability and annual reports of takaful companies from 2022 to 2023, using a structured coding instrument with a scale of 0 to 5 to assess the extent of ESG disclosure in line with maqashid al-shariah. Validity was strengthened through a systematic analysis protocol, and intercoder reliability was evaluated using Krippendorff’s Alpha. The findings indicate that, on average, takaful companies disclosed less than 50% of ESG indicators aligned with maqashid al-shariah. Saudi Arabia demonstrated the highest alignment, followed by Malaysia and the UAE with moderate performance. Indonesia showed significant progress driven by regulatory support, while Pakistan exhibited the lowest disclosure levels due to structural limitations. This study contributes a novel, replicable ESG assessment framework grounded in Islamic ethics and highlights the influence of national regulatory environments on disclosure practices. By embedding maqashid al-shariah into ESG analysis, the study provides strategic insights for regulators, Islamic finance practitioners, and stakeholders to strengthen shariah-compliant transparency and accountability within the takaful sector.

Kata Kunci : Maqashid Syariah, Pengungkapan ESG, Takaful, Analisis Konten Kualitatif, Lembaga Keuangan Islam

  1. S2-2025-524711-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524711-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524711-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524711-title.pdf