Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan dan penggunaan kelambu celup di Kabupaten Kulom Progo

TIKUPASANG, Elvi Yana, Prof.dr. Soesanto Tjokrosonto, M.Comm.H.,MSc.,Ph.D.,DLSHTM.,DTM

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Insiden malaria di Kabupaten Kulon Progo hingga tahun 2003 masih cukup tinggi. Kecamatan dengan angka API tertinggi adalah Kecamatan Kokap (API= 36,96 ‰) dan Kecamatan Samigaluh (32,72 ‰). Kedua Kecamatan tersebut telah mendapat bantuan kelambu insektisida dari IAMI (Inisiatif Anti Malaria Indonesia) dan dari Pemerintah. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan kelambu, rutinitas penggunaan kelambu dan prioritas anggota keluarga menggunakan kelambu di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian menggunakan cross sectional dan menerapkan pendekatan kuantitatif (regresi logistik binnary) dan kualitatif (wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah). Penelitian dilakukan di Desa Hargotirto Kecamatan Kokap, Desa Sidoharjo dan Desa Pagerharjo di Kecamatan Samigaluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ekonomi keluarga dan kepemilikan kelambu (p = 0,000). Dalam penelitian ini ditemukan pula bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan rutinitas pengguanaan kelambu (p= 0,000). Demikian pula dengan informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan rutinitas penggunaan kelambu ada hubungan yang signifikan (p = 0,002). Walaupun banyak keluarga memprioritaskan ibu hamil dan balita dalam pengunaan kelambu (91,9 %), namun tidak ada hubungan yang signifikan dengan pengetahuan maupun informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Dalam penelitian kualitatif ditemukan bahwa nilai-nilai dalam masyarakat mempengaruhi keluarga memprioritaskan balita dan ibu hamil menggunakan kelambu. Ditemukan juga banyak masyarakat yang tidak dapat membedakan antara pencegahan malaria dan demam berdarah. Tujuan masyarakat menggunakan kelambu adalah untuk menghindari gigitan nyamuk dan bukan untuk mencegah malaria. Dapat disimpulkan bahwa kepemilikan kelambu berhubungan dengan ekonomi keluarga. Rutinitas penggunaan kelambu berhubungan dengan pengetahuan dan informasi. Pengetahuan lokal mempengaruhi perilaku keluarga untuk memprioritaskan balita dan ibu hamil menggunakan kelambu.

Malaria incidence in Kulon Progo District is still high. The Annual Parasite Incidence (API) in 2003 in the Sub-Districts of Kokap is (36,96‰) and Samigaluh is (32,72‰). An organization called Initiative Anti Malaria Indonesia (IAMI) has been helping the people in the Sub-Districts by distributing a long lasting insecticide bed-net at least one to each family. Impregnated and non-insecticide bad nets has been owned and used by the families before the distribution. The purposes of this study are therefore to know about factors associated with bed-net ownership, frequency of bed-net use and member of the family prioritized in bed-net use. Cross-sectional design using quantitative (binary logistic regression) and qualitative (in-depth interview and focus group discussion) approaches were applied in this study. This study was located in Hargotirto village (Kokap sub-district), Sidoharjo and Pagerharjo villages (Samigaluh sub-district). ult shows that there are statistically significant association at a five-percent confidence level: between family economic status and bed-net ownership (p= 0,000), between knowledge and frequency of bed-net use (p= 0,000), and between information from health providers and frequency of bed-net use (p= 0,002). Although pregnant women and children under five have the priority over other member family to use bed-net, statistically no significant association between the priority and knowledge or information from health provider. The qualitative study found that the villagers misperceived malaria with dengue fever infected by Aedes Aegepty . However, both quantitative and the qualitative study shown that the use of bed net to prevent mosquito bite did not mean to prevent malaria. The finding concludes that bed-net ownership is related to family economic status, while frequency of bed-net use is related to knowledge and information. Local knowledge influences family member to let pregnant women and children under five to have priority over others in using bed-net.

Kata Kunci : Epidemiologi Malaria,Kepemilikan Kelambu Celup


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.