Pengaruh Adopsi Teknologi Digital terhadap Penghidupan Petani Bawang Merah di Kabupaten Bantul
Putri Rofaida Azizatul Muniroh, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2025 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Petani bawang merah di
Kabupaten Bantul mulai menggunakan teknologi digital untuk kegiatan pertanian
mereka, meskipun masih terbatas pada jenis teknologi tertentu. Adopsi teknologi
digital dapat memperkuat aset penghidupan, mengubah strategi, dan meningkatkan
capaian penghidupan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui tingkat adopsi
teknologi digital; 2) mengidentifikasi aset, strategi, dan capaian penghidupan; dan 3) mengetahui pengaruh adopsi teknologi digital, aset, dan strategi
terhadap capaian penghidupan petani bawang merah Kabupaten Bantul. Metode dasar
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di
Kecamatan Sanden dan Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Responden berjumlah
120 petani ditentukan dengan metode simple random sampling. Pengukuran
tingkat adopsi teknologi digital, level aset, strategi, dan capaian penghidupan
dianalisis secara deskriptif. Sementara itu, pengaruh antar variabel
menggunakan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat
adopsi teknologi digital petani bawang merah Kabupaten Bantul termasuk dalam
kategori adopsi sedang; 2) level aset penghidupan petani secara berurutan yaitu
modal fisik (tinggi), modal alam (tinggi), modal manusia (tinggi), modal sosial
(tinggi), dan modal finansial (sedang), sedangkan strategi penghidupan petani
bawang merah mencakup strategi intensifikasi (tinggi), diversifikasi (tinggi),
dan ekstensifikasi (sedang); sementara capaian penghidupan terdiri dari
ketahanan pangan (tinggi), mengurangi kerentanan (tinggi), kesejahteraan
(tinggi), pendapatan (tinggi), dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan
(sedang). 3) Adopsi teknologi digital berpengaruh terhadap aset penghidupan, aset
berpengaruh terhadap strategi penghidupan, aset berpengaruh terhadap capaian penghidupan,
strategi berpengaruh terhadap capaian penghidupan. Namun demikian, adopsi
teknologi digital tidak berpengaruh terhadap strategi penghidupan.
Shallot farmers in Bantul Regency have begun integrating digital technologies into their agricultural practices, although its use remains restricted to specific technologies. Agriculture digitalization has the potential to enhance livelihood assets, transforming strategies, and improve livelihood outcomes. The study aims to: 1) determine the level of digital technology adoption; 2) identify livelihood assets, strategies, and outcomes; and 3) evaluate the effect of digital technology adoption, assets, and strategies on the livelihood outcomes of shallot farmers in Bantul Regency. The primary approach utilized is a descriptive quantitative method. The research was carried out in the Sanden and Imogiri districts of Bantul Regency. A sample of 120 farmers was selected using simple random sampling. The analysis levels of digital technology adoption, livelihood assets, strategies, and outcomes were conducted descriptively. Furthermore, the influence between variables were analyzed using the SEM-PLS method. The results that: 1) the adoption level of digital technology among shallot farmers falls within the moderate category; 2) the level of shallot farmers livelihood assets include: physical capital (high), natural capital (high), human capital (high), social capital (high), and financial capital (moderate), while the livelihood strategies include: intensification strategies (high), diversification (high), and extensification (moderate); also, the livelihood outcomes encompass food security (high), reduced vulnerability (high), welfare (high), income (high), and sustainable utilization of natural resources (moderate). 3) Adoption of digital technology influences livelihood assets, assets affect livelihood strategies, assets affect livelihood outcomes, and strategies affecting livelihood outcomes. However, the adoption of digital technology does not affect livelihood strategies.
Kata Kunci : aset penghidupan, capaian penghidupan, petani bawang merah, strategi penghidupan, teknologi digital