Analisis karakteristik mataair di Pegunungan Jonggrangan Kabupaten Purworejo
Ahsan Qaulan Haqqi, Dr. Ahmad Cahyadi, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Pegunungan Jonggrangan memiliki formasi batuan karbonat dan proses karstifikasi yang baik, menjadi kawasan karst yang penting dalam menyediakan sumber air bersih melalui mataair yang tersebar di wilayah ini. Pemetaan sebaran mataair di Pegunungan Jonggrangan yang termasuk dalam kawasan Cagar Biosfer Merapi Menoreh Merbabu dan Geopark Jogja, penting untuk memastikan ketersediaan air bersih dan mencegah pencemaran. Selain pemetaan, identifikasi karakteristik mataair, seperti debit aliran dan kandungan kimia air, juga diperlukan untuk memahami pengaruh faktor lokal terhadap kualitas air yang digunakan oleh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sebaran, fisik, dan hidrogeokimia mataair di Pegunungan Jonggrangan, Kabupaten Purworejo.
Penelitian ini menganalisis potensi sebaran mataair melalui AHP (Analytical Hierarchy Process), serta in-depth interview dan survei lapangan untuk validasi data. Karakter fisik mataair dianalisis melalui pengukuran bau, warna, pH, DHL (Daya hantar listrik), TDS (Total dissolved solids), dan debit yang diklasifikasikan. Analisis hidrogeokimia dilakukan dengan diagram Schoeller untuk kandungan ion, diagram Trilinear Piper untuk tipe kimia, dan scatterplot diagram untuk proses hidrogeokimia dan evolusi kimia airtanah.
Mataair di Pegunungan Jonggrangan memiliki karakteristik sebaran pada area dengan topografi tinggi, vegetasi sangat rapat, dan litologi yang mendukung permeabilitas baik untuk menyimpan airtanah. Karakteristik fisik air menunjukkan kualitas yang baik dengan TDS rendah, DHL sedang, sebagian besar mataair memiliki aliran perennial yang memadai untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Karakteristik hidrogeokimia mataair didominasi oleh ion Ca²? dan HCO?- sehingga memiliki tipe kimia Kalsium-Bikarbonat yang mencerminkan pelarutan batugamping. Secara umum mataair termasuk airtanah tidak terpolusi. Namun demikian, terdapat beberapa mataair yang menunjukkan indikasi polutan dari pengaruh aktivitas antropogenik, serta terdapat peningkatan kandungan fosfat yang perlu perhatian lebih dalam pada beberapa mataair.
The Jonggrangan Mountains are characterized by carbonate rock formations and well-developed karstification processes, making them an important karst area that supplies clean water through numerous springs. As part of the Merapi Menoreh Merbabu Biosphere Reserve and the Jogja Geopark, mapping the potential of springs in this region is essential to ensure sustainable water availability and prevent pollution. Beyond mapping, identifying spring characteristics such as flow rate and hydrochemistry is necessary to understand the influence of local factors on water quality used by surrounding communities.
This study aims to determine the spatial distribution, physical properties, and hydrogeochemical characteristics of springs in the Jonggrangan Mountains, Purworejo Regency. The analysis of spring potential distribution was carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP), while in-depth interview and field surveys were conducted for data validation. Physical characteristics were assessed by measuring odor, color, pH, electrical conductivity (EC), total dissolved solids (TDS), and flow classification. Hydrogeochemical analysis employed Schoeller diagrams to identify ion content, Piper trilinear diagrams to classify water types, and scatterplots to interpret hydrogeochemical processes and groundwater evolution.
The results show that springs are mainly distributed in high topographic areas with dense vegetation and geological formations that favor groundwater storage. Physically, most springs exhibit good water quality, with low TDS, moderate EC, and perennial flows sufficient for community use. Hydrogeochemically, the majority of springs are dominated by Ca²? and HCO?? ions, forming a calcium–bicarbonate water type that reflects limestone dissolution processes. Overall, the groundwater is unpolluted; however, some springs indicate anthropogenic influence, including elevated phosphate concentrations, which require further monitoring.
Kata Kunci : Karst Jonggrangan, Sebaran, Karakteristik Mataair, Hidrogeokimia