Nyeri Pinggang Bawah, Epidemiologi Dan Tatalaksananya di SMF Saraf RSUP Dr. Sardjito Selama Tahun 1994
Supris Yurit Erfin Pamungkas, dr. Siti Musfiroh
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANNyeri Pinggang Bawah (NPB) merupakan rasa sakit yang sering dikeluhkan penderita kepada dokter. Sebagai suatu "symptomatical diagnosis", NPB disebabkan oleh berbagai macam keadaan yang mendasarinya. Dengan memperhatikan faktor penyebabnya distribusi di kalangan masyarakat cukup luas dan bervariasi meskipun ada kelompok tertentu yang mudah menderita NPB. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum Nyeri Pinggang Bawah (NPB) terutama tentang distribusi NPB menurut kelompok tertentu dan juga untuk mengetahui tata laksana pasien NPB di SMF saraf RSUP Dr. Sardjito. Dari situ diharapkan dapat menuntun alur anamnesis,tata laksana pemeriksaan dan terapi yang sesuai. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif deskiptif terhadap pasien NPB rawat inap yang terdapat SMF saraf RSUP Dr. Sardjito selama satu tahun, sejak 1 Januari 1994 sampai 31 Desember 1994. Hal-hal yang dicatat: umur, jenis kelamin, pekerjaan, diagnosis penyebab, gambaran mielografi dan radiologi, perkiraan faktor penyebab, terapi yang diberikan dan lamanya rawat inap. Data diperoleh dengan melihat status pasien di SMF saraf RSUP Dr. Sardjito kemudian hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Terdapat 176 kasus NPB selama setahun; pasien laki-laki berjumlah 108 orang (61%) dan pasien wanita 68 orang (39%). Insidensi NPB terbanyak pada kelompok umur 31 sampai 40 tahun dan tidak didapatkan pada kelompok umur 0 sampai 10 tahun. Pasien NPB sebanyak 135 kasus (76,70%) merupakan NPB spondilogenik, 38 kasus (21,59%) NPB neurogenik dan 3 kasus (1,70%) NPB viscerogenik. Trauma, mengangkat beban berat, proses degenerasi atau ketuaan, dan neoplasma merupakan penyebab tersering dari NPB, Pada kasus NPB yang disebabkan oleh Hernia Nukleus Pulposus (HNP) paling banyak terjadi pada discus intervertebralis antara L4 dan L5. Terapi yang dilakukan meliputi terapi konservatif dan operatif. Dengan terapi konservatif 70% pasien sembuh dan membaik. Dengan terapi operatif (laminectomy) 98,75% sembuh dan membaik.Secara keseluruhan pasien NPB rata-rata menginap selama 23 hari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pencatatan status pasien, anamnesis, prosedur tata laksana pemeriksaan dan terapi yang benar bagi pasien NPB.
Kata Kunci : Nyeri Pinggang Bawah, Epidemiologi, Penderita, Saraf