Menggali Resiliensi Siswa Remaja dalam Konteks Kinerja Akademik Pascaperceraian Orang Tua
Ari Widya Nugraheni, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Perceraian merupakan fenomena sosial yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan akademik remaja, namun respons tiap individu berbeda. Beberapa siswa menunjukkan penurunan akademik, sementara yang lain justru mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini untuk memahami dinamika resiliensi siswa remaja dalam menghadapi perceraian orang tua dan keterkaitannya dengan kinerja akademik beserta faktor-faktor pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple instrumental case study terhadap empat siswa SMA atau setara yang orang tuanya bercerai, yaitu dua siswa dengan peningkatan akademik dan dua lainnya mengalami penurunan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumen pendukung berupa rapor, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi remaja bersifat dinamis dengan fase berbeda pada akademik yang meningkat maupun menurun, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kinerja akademik pascaperceraian orang tua mencerminkan fase resiliensi yang dilalui di mana peningkatan terjadi pada individu yang telah mencapai thriving sementara penurunan tampak pada mereka yang masih dalam fase recovery. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memahami serta mendukung resiliensi siswa remaja pascaperceraian orang tua, baik akademik menurun maupun meningkat melalui pemanfaatan dukungan internal dan eksternal.
Divorce is a social phenomenon that can impact adolescents’ psychological and academic perfomance, yet individual responses vary. Some students showed a decline in academic performance, while others experienced an improvement. This study aims to understand the dynamics of adolescent students’ resilience in facing parental divorce and its relationship to academic performance and the support factors. A qualitative approach was employed using a multiple instrumental case study design involving four high school students or equivalent whose parents had divorced: two who showed academic improvement and two who experienced a decline. Data were collected through in-depth interviews and supporting documents in the form of report cards, then analyzed using thematic analysis. The results indicate that adolescent resilience is dynamic with different phases in both those whose academic performance improved and those whose performance declined, influenced by internal factors and external factors. Academic performance reflects the resilience phase individuals have gone through where improvement is seen in those who have reached thriving while decline appears in those still in the recovery phase. This study provides contributions to understanding and supporting the resilience of adolescent students after their parents' divorce, whether their academic performance has declined or improved, by accessing various forms support, both internal and external.
Kata Kunci : kinerja akademik, orang tua, perceraian, resiliensi, siswa SMA