Laporkan Masalah

Penggunaan FU pankromatik hitam putih dan SIG untuk penentuan tingkat kerawanan permukiman terhadap bahaya kebakaran di kecamatan Semarang Selatan dan kecamatan Semarang Tengah

Budi Listyarini, Dra. Endang Saraswati, M.S.,Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Kebakaran permukiman merupakan salah satu permasalahan potensial perkotaan yang terjadi di Kota Semarang karena perkembangan kota yang meningkat dan tidak terkendali. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Semarang Selatan dan Kecamatan Semarang Tengah yang bertujuan untuk menentukan tingkat kerawanan permukiman terhadap bahaya kebakaran serta menentukan prioritas perbaikan permukiman. Penelitian ini menggunakan teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data Penginderaan jauh yang digunakan berupa Foto Udara Pankromatik Hitam Putih skala 1: 10.000. Variabel-variabel yang digunakan dalam penilaian tingkat kerawanan permukiman terhadap bahaya kebakaran meliputi: kepadatan bangunan, tata letak bangunan, ukuran bangunan, lebar jalan masuk, sungai, lokasi, ketinggian bangunan, listrik, aktivitas internal, APAR, dan hidran. Foto udara digunakan untuk menyadap variabel-variabel kepadatan bangunan, tata letak bangunan, ukuran bangunan, sungai, lokasi, lebar jalan masuk, dan ketinggian bangunan, sedangkan variabel-variabel lainnya diperoleh dari kerja lapangan dan data sekunder. Penentuan kelas kerawanan kebakaran diperoleh dengan menggunakan metode pengharkatan berjenjang tertimbang. Analisis statistik dengan metode regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh dalam penilaian tingkat kerawanan kebakaran, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan prioritas perbaikan permukiman. Hasil uji ketelitian interpretasi sebesar 88,85% menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 10.000 dapat digunakan untuk menyadap variabel-variabel penilai tingkat kerawanan kebakaran dengan kategori cukup baik. Dari hasil penelitian diperoleh 5 kelas kerawanan kebakaran permukiman, yaitu kelas 1 (kerawanan sangat rendah) seluas 3,6 Ha, kelas II (kerawanan rendah) seluas 44 Ha, kelas III (kerawanan sedang) seluas 193 Ha, kelas IV (kerawanan tinggi) seluas 316,1 Ha, dan kelas V (kerawanan sangat tinggi) seluas 25,2 Ha. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa di daerah penelitian didominasi oleh permukiman dengan tingkat kerawanan tinggi (kelas IV). Hasil analisis statistik dengan R sebesar 0,950 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel-variabel independen dengan tingkat kerawanan kebakaran, dengan variabel yang paling berpengaruh adalah tata letak bangunan dan ukuran bangunan, sehingga variabel tersebut direkomendasikan untuk diperbaiki.

-

Kata Kunci : Foto udara pankromatik hitam putih,sistem informasi geografis,Bahaya kebakaran,kerawanan permukiman,Semarang,Jawa Tengah

  1. S1-2005-140399-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-140399-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-140399-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-140399-Title.pdf