Laporkan Masalah

Hubungan Antara Kecatatan Fisik Anak dan Depresi Ibu dari Anak-anak Tuna Daksa di SLB D Latihan SGPLB Yogyakarta

Sri Sulanjari, dr. Moetrarsi, DTM & H.DAJ

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Gangguan depresi merupakan masalah kesehatan utama dalam bidang kesehatan jiwa. Secara epidemiologi depresi lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Depresi dapat terjadi oleh adanya faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya stres. Stresor yang paling banyak dianggap sebagai pemicu terjadinya depresi adalah kekecewaan dan krisis. Pada ibu yang mempunyai anak tuna daksa. adanya kekecewaan yang mendalam dan situasi stres yang berkepanjangan dalam mengasuh anak. erat kaitannya dengan timbulnya gangguan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat depresi ibu dengan beratnya kecacatan fisik pada anak tuna daksa, serta perbedaan derajat depresi pada ibu yang mempunyai anak tuna daksa sejak lahir dengan ibu yang mempunyai anak sesudah lahir. Pada bulan Desember 1995 telah dilakukan penelitian cross sectional dengan subyek sebanyak 127 orang terdiri dari ibu- ibu yang mempunyai anak tuna daksa di SLB D Latihan SGPLB Yogyakarta. Dari 27 orang tersebut dibagi dalam 2 kelompok yaitu 6 orang terdiri dari ibu yang mempunyai anak tuna daksa yang terjadi sejak lahir dan 21 orang terdiri dari ibu yang mempunyai anak sesudah lahir Beratnya depresi diukur dengan instrumen BDI (Depression Inventori) dan beratnya kecacatan fisik anak diukur dengan skala ADL (Activities of Daily Living). Untuk menilai kejujuran subyek digunakan Score dari MMPI. Uji analisis statistiknya adalah uji korelasi tata jenjang dari Spearman dan students t-test. Hasil penelitian menunjukkan 81,48% dari subyek mengalami depresi. Selain itu acta korelasi positif yang signifikan antara beratnya kecacatan fisik anak dengan derajat depresi ibu (p = 0,6762; dk = 27; p < 0,01), serta tidak adanya perbedaan yang bermakna antara derajat depresi ibu dari anak tuna daksa yang terjadi sejak lahir dengan derajat depresi ibu dari anak tuna daksa yang terjadi sessudah lahir (t = 0,3968; dk = 25; p > 0,05). Adanya keterbatasan dalam penelitian ini mendorong perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subyek yang lebih besar serta mempertimbangkan faktor- faktor yang mempengaruhi variabel penelitian.

Kata Kunci : Depresi, Tuna Rungu, Anak dan Ibu, Kecacatan Fisik

  1. S1-FKU_1996-SriSulanjari-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1996-SriSulanjari-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1996-SriSulanjari-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1996-SriSulanjari-Title.pdf