Pendapatan Sebagai Penentu Kualitas Hunian: Studi Empiris Rumah Tangga Indonesia
Fajrul Anshory, Muhammad Ryan Sanjaya, S.E., M.Int.Dev.Ec., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Masalah rumah
tidak layak huni (RTLH) masih menjadi tantangan signifikan dalam pembangunan
perumahan di Indonesia. Hunian dengan kualitas rendah tidak hanya berdampak
pada kesehatan dan kesejahteraan rumah tangga, tetapi juga mencerminkan ketimpangan
sosial ekonomi yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
sebaran kondisi hunian dan pengaruh ekonomi rumah tangga terhadap kualitas
fisik hunian di Indonesia dengan menggunakan data Susenas 2022. Metode analisis
yang digunakan mencakup ordinary least squares dan instrumental variable
untuk mengatasi potensi endogenitas pada variabel pendapatan, dengan pendidikan
dan jam kerja sebagai variabel instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pendapatan berperan signifikan dalam menurunkan tingkat ketidaklayakan hunian,
dan variabel seperti tingkat pendidikan, kepemilikan aset, status pernikahan,
jumlah anggota rumah tangga, serta lokasi tempat tinggal turut memengaruhi
kualitas hunian. Rumah tangga di kota terbukti secara
statistik menurunkan ketidaklayakan hunian dibanding desa. Penelitian ini
merekomendasikan perlunya kebijakan perumahan yang berbasis data terintegrasi,
serta pendekatan multidimensional yang mencakup penguatan kapasitas ekonomi rumah
tangga, pelatihan keterampilan, dan akses terhadap pekerjaan yang layak sebagai
upaya jangka panjang untuk mengurangi ketimpangan kualitas hunian di Indonesia.
The issue of inadequate housing (RTLH) remains a
significant challenge in Indonesia’s housing development agenda. Substandard
dwellings not only affect household health and well-being but also reflect
broader socioeconomic inequalities. This study aims to examine the distribution
of housing conditions and the impact of household economic factors on housing
quality in Indonesia, using data from the 2022 Susenas.
The analysis employs ordinary least squares (OLS) and instrumental variable
(IV) approaches to address potential endogeneity in household income, with
education and working hours serving as instruments. The findings indicate that
income plays a significant role in reducing housing inadequacy, while other
factors such as education level, asset ownership, marital status, household
size, and residential location also influence housing quality. Urban households
are statistically more likely to experience reduced housing inadequacy compared
to their rural counterparts. The study recommends the development of
data-driven and integrated housing policies, alongside a multidimensional
approach that strengthens household economic capacity, promotes skills
training, and expands access to decent employment as long-term strategies to
mitigate housing quality disparities in Indonesia.
Kata Kunci : Kualitas hunian, rumah tidak layak huni, faktor sosial ekonomi, pendapatan, instrumental variable, Susenas