Pemanfaatan Foto Udara pankromatik hitam putih dan Sistem Informasi Geografi untuk penentuan lokasi pengembangan hutan kemasyarakatan di kabupaten Kulonprogo
Bekti Wulandari, Dr. Hartono, DEA., DESS.; Sigit Heru Murti, S.Si, M.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHKabupaten Kulonprogo mempunyai hutan negara yang tidak luas, yaitu sekitar 1.045 Ha yang berada secara massif di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kokap, Pengasih, dan Temon. Luas kawasan hutan negara di Kabupaten Kulonprogo ini hanya sejumlah 1,8% dari luas daratan kabupaten. Angka tersebut masih jauh apabila dipergunakan standar bahwa dalam suatu DAS, 30% dari total luas harus berujud hutan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari sejauh mana data penginderaan jauh khususnya foto udara pankromatik hitam putih dapat digunakan untuk menyadap informasi kebumian yaitu bentuk lahan, penggunaan lahan, kerapatan tajuk, dan kerapatan aliran untuk pemilihan lokasi pengembangan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di hutan negara di Kabupaten Kulonprogo. Metode yang dipakai adalah metode penginderaan jauh dengan teknik interpretasi foto udara yang direkam tahun 2000 dengan skala 1: 20.000 dan dilengkapi dengan kerja lapangan serta pengolahan data spasial menggunakan SIG. Penentuan lokasi HKm berdasarkan kepada hasil macthing dari variabel tingkat bahaya erosi, kerapatan tajuk, arahan fungsi pemanfaatan lahan, jarak lokasi dari permukiman, serta data sosial ekonomi masyarakat (IDT). Tingkat bahaya erosi diperoleh dari skoring faktor-faktor bentuk lahan, kemiringan lereng, kerapatan aliran, dan penggunaan lahan. Kerapatan tajuk diperoleh dari hasil interpretasi foto udara pankromatik hitam putih dan pengukuran tajuk di lapangan (hutan negara). Arahan fungsi pemanfaatan lahan diperoleh dari hasil skoring antara faktor tanah, curah hujan, dan kemiringan lereng. Jarak dari permukiman diperoleh dari hasil buffer terhadap permukiman dengan buffer jarak <500m; 500-1500m; 1500-3000m; >3000m. Data sosial ekonomi (IDT) diperoleh dari data yang telah ada di BPS Kulonprogo tahun 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan tajuk memiliki tingkat ketelitian yang tinggi yaitu sebesar 93,3% (baik), bentuk lahan 85,2% (baik), dan penggunaan lahan 93,5% (baik). Dari hasil analisis spasial menggunakan SIG, maka diperoleh 4 kelas prioritas untuk lokasi HKm yang disajikan dalam bentuk peta prioritas lokasi HKm skala 1: 25.000, yaitu prioritas I (14.8% dari luas hutan negara), II (23.3%), III (1.3%), dan IV (tidak diprioritaskan seluas 60.6% dari luas hutan negara).
-
Kata Kunci : Pengembangan hutan,Foto udara pankromatik hitam putih,sistem informasi geografis,Kulonprogo,DIY