Risiko Usahatani Padi dan Persepsi Petani Terhadap Asuransi Pertanian di Jawa
Widhi Netraning Pertiwi, Jangkung Handoyo Mulyoo ; Any Suryantini ; Masyhuri
2024 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:1) a. Mengkaji produksi usahatani padi factor yang mempengaruhi produksi usahatani padi di Jawa. b) Menganalisis risiko produksi dan faktor apa saja yang mempengaruhi risiko produksi usahatani padi di Jawa. 2) Mengkaji dan menganalisis perilaku petani terhadap risiko produksi dan faktor yang berkorelasi terhadap risiko produksi usahatani padi di Jawa.3) Mengkaji dan menganalisis tingkat kerusakan produksi usahatani padi di Jawa. 4) Menganalisis respon petani dan faktor yang mempengaruhi keberlanjutan mengikuti program asuransi pertanian di Jawa. Penelitian ini dilakukan pada Provinsi yang pencapaian realisasi dari program asuransi pertanian cukup tinggi yaitu Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bencana wilayah masing-masing sampel yang mewakili risiko dari masing-masing wilayah tersebut. Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Kudus (Kecamatan Mejobo) mewakili wilayah dengan bencana banjir dan Kabupaten Kebumen (Kecamatan Mirit) mewakili wilayah dengan bencana serangan HPT, yaitu wereng batang coklat (WBC), Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Bojonegoro (Kecamatan Baureno) mewakili wilayah dengan bencana banjir dan Provinsi Jawa Barat, yaitu : Kabupaten Bandung (Kecamatan Selokan Jeruk dan Kecamatan Paseh) mewakili wilayah dengan bencana banjir. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proporsional Random Sampling dikarenakan model analisis yang digunakan bersifat probabilistic. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 220 responden. Setelah melakukan kajian-kajian strategis dan akademis secara komprehensif, hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap fungsi produksi usahatani padi adalah jumlah benih dan tenaga kerja. Penggunaan benih yang sudah tersertifikasi dan mekanisasi pada petani padi di Jawa mempunyai pengaruh terhadap meningkatkan produksi padi. Nilai koevisien Variasi (KV) berdasarkan sumber risiko yang dihadapi oleh petani padi di Jawa adalah sebesar 58% untuk sumber risiko yang disebabkan karena serangan hama wereng batang coklat (WBC) dan sebesar 71% untuk sumber risiko yang disebabkan karena serangan banjir. Diartikan bahwa, risiko produksi yang dialami oleh petani padi di Jawa tergolong tinggi, sehingga harus ada kehati-hatian atau kewaspadaan dalam aktivitas usahatani. Benih, luas lahan, pupuk urea dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap risiko produksi. Peningkatan input produksi akan meningkatkan produksi usahatani padi di Jawa. Luas lahan, benih dan jumlah pupuk urea memiliki hubungan korelasi positif dan sangat kuat terhadap risiko produksi, dikarenakan factor tersebut merupakan input produksi, sehingga searah dengan risiko produksi yang dihadapi oleh petani padi di Jawa. Semua petani padi di Jawa sebanyak 100% lebih memilih menghidar risiko (risk averse) dengan nilai K(s) sebagai parameter pengukuran keengganan perilaku petani terhadap risiko, adalah 1,4 dimana nilai K(s) sebesar 1,4 (1,2 < K>
Kata Kunci : Faktor Produksi, Risiko Produksi, Asuransi Pertanian, Respon Petani
The objectives of this study are to: 1) a. Assess the production of rice farming and factors that influence the production of rice farming in Java. b) Analyze production risks and factors that influence the production risks of rice farming in Java. 2) Assess and analyze farmer behavior towards production risks and factors that correlate with the production risks of rice farming in Java. 3) Assess and analyze the level of damage to rice farming production in Java. 4) Analyze farmer responses and factors that influence the sustainability of participating in agricultural insurance programs in Java. This study was conducted in provinces with high levels of agricultural insurance program realization, namely East Java, Central Java, and West Java. The selection of these locations was determined purposively by considering the disaster areas of each sample that represent the risks of each region. Central Java Province, namely Kudus Regency (Mejobo District) represents the area with flood disaster and Kebumen Regency (Mirit District) represents the area with HPT attack disaster, namely brown planthopper (WBC), East Java Province, namely Bojonegoro Regency (Baureno District) represents the area with flood disaster and West Java Province, namely: Bandung Regency (Selokan Jeruk District and Paseh District) represents the area with flood disaster. The sampling technique uses Proportional Random Sampling technique because the analysis model used is probabilistic. The number of samples used is 220 respondents. After conducting comprehensive strategic and academic studies, the results of this study are as follows: Factors that significantly influence the production function of rice farming are the number of seeds and labor. The use of certified seeds and mechanization in rice farmers in Java has an influence on increasing rice production. The coefficient of variation (CV) based on the risk sources faced by rice farmers in Java is 58% for the risk source caused by brown planthopper (BPH) attacks and 71% for the risk source caused by flood attacks. This means that the production risk experienced by rice farmers in Java is relatively high, so there must be caution or vigilance in farming activities. Seeds, land area, urea fertilizer and labor significantly influence production risk. Increasing production inputs will increase rice farming production in Java. Land area, seeds and the amount of urea fertilizer have a positive and very strong correlation with production risk, because these factors are production inputs, so they are in line with the production risk faced by rice farmers in Java. All rice farmers in Java, 100%, prefer to avoid risks (risk averse) with the K(s) value as a parameter for measuring farmers' behavioral aversion to risk, is 1.4 where the K(s) value of 1.4 (1.2 < K>
Keywords: Production Factors, Production Risk, Agricultural Insurance, Farmer Response
Kata Kunci : Faktor Produksi, Risiko Produksi, Asuransi Pertanian, Respon Petani/Production Factors, Production Risk, Agricultural Insurance, Farmer