Laporkan Masalah

Pemrosesan digital dan interpretasi geologi citra radar JERS-1 SAR (Studi Kasus Lapangan Minyak Prabumulih)

Dianovita, Dr. Prapto Suharsono, M.Sc.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Satelit Sumber Daya Bumi Jepang -1 (JERS-1) adalah proyek kerjasama antara The National Space Development Agency of Japan (NASDA) dengan The ministry of International Trade and Industry (MIRI). NASDA membiayai satelit sedangkan MITI bertanggungjawab untuk perlengkapan observasi. JERS-1 telah diluncurkan ke orbit pada ketinggian 570 km dengan Roket H I pada Februari 1992. Proses digital dari citra radar meliputi pengurangan bintik hitam putih, koreksi geometrik, penyaringan keruangan, dan penajaman kontras. Adanya bintik hitam putih pada citra radar, ini akan membatasi resolusi radiometrik dari citra radar, sehingga menurunkan kemampuan dari citra radar dalam membedakan obyek dari citra. Ada delapan macam filter speckleyang digunakan. Filter frost yang mampu menampilkan obyek terbaik, seperti jalan, sungai, pola pengaliran. Metode interpretasi untuk fenomena geologi dari citra radar sama dengan metode interpretasi pada foto udara, tetapi harus dingat bahwa sistem keduanya berbeda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi obyek pada citra radar, yaitu relief, kekasaran permukaan, komplek dielektrik, orientasi kenampakan, panjang gelombang, sudut depresi, polarisasi, dan arah pengamatan. Berbagai jenis pemfilteran telah di bandingkan, meliputi filter frekuensi tinggi dan frekuensi rendah. Filter frekuensi tinggi mencakup filter arah atau filter tidak berarah, digunakan untuk menajamkan kenampakan struktur yang ber arah, dengan interpretasi visual, menggunakan kunci interpretasi struktur yaitu perlapisan, sikap perlapisan, polasliran, kontinyuitas, dislokasi, kelurusan, dan morfologi permukaan, struktur geologi yang dihasilkan dari interpretasi citra meliputi: 1 fenomena nendetan, 2 sesar normal, 1 sesar geser, beberapa kelurusan, satu antiklinal, I sinklinal, dan beberapa sikap perlapisan. Filter frekuansi rendah digunakan untuk menajamkan batas batuan, filter average yang dianggap mampu menajamkan batuan setelah dipadukan dengan equalisasi histogram. Kunci interpretasi batuan adalah rona dan tekstur citra, pola pengaliran, morfologi permukaan dan penggunaan lahan, tetapi JERS-1 mempunyai keterbatasan untuk interpretasi sampai pada penggunaan lahan, JERS-1 mampu memberikan sampai pada penutup lahan. Dari citra pada daerah penelitian, didapat 6 satuan batuan, yaitu sedimen klastik berbutir kasar, sedimen klastik berbutir halus, sedimen klastik berbutir sedang, satuan batuan volkanik piroklastik, satuan endapan aluvial, satuan endapan rawa. Penginderaan jauh sangat baik digunakan dalam survei awal untuk mengumpulkan beberapa informasi tentang geologi daerah, untuk mendukung kegiatan eksplorasi minya dan gas bumi. Penginderaan jauh lebih efisien dari teknik konvensional, karena kerja lapangan dapat dikurangi sehingga menghemat waktu, tenaga dan biaya.

-

Kata Kunci : Pemrosesan digital,Interpretasi geologi,Citra Radar Jers-1 Sar,Kabupaten Oku,Muaraenim,Sumatera Selatan

  1. S1-2004-119202-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-119202-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-119202-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-119202-Title.pdf