Laporkan Masalah

Rethinking Indigenous Ecology through Agential Realism: Intra-Action and Environmental Conservation at Rambut Monte, Krisik Village, Blitar

Muhammad Mabrur Barizi, Dr. Samsul Maarif

2025 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

In the context of environmental conservation in Rambut Monte, Blitar, this study investigates how agential realism can be used to reinterpret the ecological practices of indigenous communities. It examines the global environmental crisis as an epistemological issue, specifically the persistence of the Cartesian dualism separating humans from nature, alongside ecological degradation. Indigenous ecological knowledge has been marginalized as mystical or archaic due to this separation. This study aims to move beyond the subject-object binary framework through Karen Barad's agential realism theory, which emphasizes the inter-action of human and non-human agents before agency is established. Utilizing a qualitative approach, this study gathered data through field observations and in-depth interviews with key local actors such as caretakers, site coordinators, and environmental practitioners. The analysis reveals that conservation efforts at Rambut Monte are co-shaped by a dynamic interplay of ritual practices, cultural narratives, material elements, and spiritual worldviews—highlighting that such efforts are not exclusively the result of human agency. Barad describes these practices as apparatuses and contributes to the "agential cut"—a temporary separation that shapes ecological order, ethical boundaries, and meaning. This study theoretically expands posthuman environmental theory by introducing abstract concepts such as intra-action and nonhuman agency in contextual practice, while simultaneously supporting indigenous studies by reaffirming the importance and relevance of traditional ecological knowledge. To foster a sustainable future, this study ultimately offers a more inclusive environmental framework that recognizes the agency of all beings.

Dalam konteks konservasi lingkungan di Rambut Monte, Blitar, studi ini menganalisa bagaimana realisme agensi dapat digunakan untuk mengkaji ulang ulang praktik-praktik ekologis masyarakat adat. Studi ini mengkaji krisis lingkungan global sebagai isu epistemologis, khususnya persistensi dualisme Cartesian yang memisahkan manusia dari alam, di samping degradasi ekologis. Pengetahuan ekologi masyarakat adat telah dinilai terpinggirkan sebagai sesuatu yang mistis atau kuno akibat pemisahan ini. Studi ini bertujuan untuk bergerak melampaui kerangka biner subjek-objek melalui teori realisme agensi Karen Barad, yang menekankan interaksi antara agen manusia dan non-manusia sebelum terbentuknya agensi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengumpulkan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan para pelaku utama seperti pengurus, pengelolai, dan praktisi lingkungan. Analisis ini mengungkapkan bahwa upaya konservasi di Rambut Monte dibentuk oleh interaksi dinamis antara praktik ritual, narasi budaya, elemen material, dan pandangan dunia spiritual—menyoroti bahwa upaya-upaya tersebut tidak semata-mata merupakan hasil dari agensi manusia. Barad menggambarkan aspek-aspek tersebut sebagai aparatus dan berkontribusi pada "pemotongan agensi";pemisahan sementara yang membentuk tatanan ekologis, batasan etika, dan makna. Studi ini secara teoretis memperluas teori lingkungan post-humanis dengan memperkenalkan konsep-konsep abstrak seperti intra-aksi dan agensi nonmanusia dalam praktik kontekstual, sekaligus mendukung studi-studi masyarakat adat dengan menegaskan kembali pentingnya dan relevansi pengetahuan ekologi tradisional. Untuk mendorong masa depan yang berkelanjutan, studi ini pada akhirnya menawarkan kerangka kerja lingkungan yang lebih inklusif yang mengakui agensi semua makhluk 

Kata Kunci : Indigenous Ecology, Agential Realism, Nonhuman Agency, Sacred Environmental Conservation, Material-Semiotic Practices

  1. S2-2025-513538-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513538-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513538-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513538-title.pdf