Studi Kualitatif atas Perencanaan dan Penganggaran Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan di Kalurahan Sukoreno
Inas Atifa Nur Amalina, Dr. Puspita Ghaniy Anggraini, S.E.
2025 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kalurahan Sukoreno, Kabupaten Kulon
Progo, merencanakan dan menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Dana
Keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dana
ini diberikan untuk mendukung program-program yang sesuai dengan kekhususan
Yogyakarta, terutama yang berkaitan dengan budaya dan potensi lokal. Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan cara mengumpulkan data
melalui wawancara dan dokumen yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)
Perencanaan program dilakukan melalui musyawarah warga dari tingkat dusun
sampai kalurahan, lalu disesuaikan dengan kebijakan pemerintah provinsi. (2)
penganggaran dilakukan dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan, dari
penyusunan rencana hingga pencairan dana. (3) Pelaksanaan program belum
sepenuhnya berjalan lancar karena beberapa usulan tidak disetujui atau tidak
bisa dijalankan akibat keterbatasan dana. (4) Beberapa kendala yang dihadapi
antara lain pemahaman aturan yang masih rendah, kualitas proposal yang belum
maksimal, serta perubahan kebijakan yang cukup cepat. Penelitian ini
merekomendasikan agar kapasitas aparat desa ditingkatkan dan masyarakat lebih
dilibatkan agar penggunaan dana bisa lebih tepat sasaran dan bermanfaat.
This
study aims to find out how Kalurahan Sukoreno, located in Kulon Progo Regency,
plans and utilizes the Special Financial Assistance (BKK) from the Special
Autonomy Fund (Dana Keistimewaan) provided by the Government of the Special
Region of Yogyakarta. This fund is intended to support programs that reflect
Yogyakarta’s special status, especially those related to culture and local
potential. The study uses a descriptive qualitative method by collecting data
through interviews and existing documents. The results show that: (1) Program
planning is carried out through community meetings from the hamlet (dusun) to
the village (kalurahan) level, and then aligned with the provincial
government’s strategic policies. (2) Budgeting is done by following established
procedures, from preparing plans to fund disbursement. (3) Program
implementation has not run smoothly in all cases, as some proposals were not
approved or could not be carried out due to limited funding. (4) Several
challenges include limited understanding of regulations, low-quality proposals,
and frequent changes in policy. This study recommends improving the capacity of
village officials and increasing community involvement so that fund usage can
be more targeted and beneficial.
Kata Kunci : Dana Keistimewaan, Kalurahan Sukoreno, Perencanaan, Penganggaran, Bantuan Keuangan Khusus, Pemerintah Desa.