Insidensi Carrier dan Pola Kepekaan Staphylococcus aureus Pada Co-Ass di RSUP Dr. Sardjito
Farida Hartati, dr. Praseno
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANStaphylococcus aureus masih merupakan masalah yang cukup besar di bidang kesehatan. Di rumah sakit-rumah sakit infeksi nosokomial yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menimbulkan masalah yang cukup serius. Salah satu sumber penularan infeksi nosokomial adalah tenaga medis yang menjadi carrier Staphylococcus aureus. Upaya pengendalian telah dilakukan, antara lain dengan menggunakan antibiotika, tetapi resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotika sering dijumpai. Penyebab resistensi tersebut antara lain karena seringnya penggunaan antibiotik yang irrasional dan frekuensi pemakaian yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pemantauan terhadap insidensi carrier Staphylococcus aureus dan pola kepekaan Staphylococcus aureus terhadap antibiotika sangat diperIukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui insidensi carrier Staphylococcus aureus pada Co-ass di RSUP. Dr. Sardjito dan pola kepekaan Staphylococcus aureus (basil isolasi dari Co-ass) terhadap beberapa macam antibiotika. Data diperoleh dari hasil biakan usapan bidung 60 Co-ass (periode februari-agustus 1995) yang diambil secara random dan dari hasil uji kepekaan kuman Staphylococcus aureus terhadap 8 macam antibiotika. Data yang didapat pada penelitian ini diolah dan dianalisa dengan analisa deskriptif, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Pada penelitian ini terlihat bahwa mahasiswa Co-ass yang diteliti, yang menjadi carrier Staphylococcus aureus lebih sedikit daripada yang bukan carrier. Angka insidensi carrier pada Co-ass yang diteliti adalah 35 %. Antibiotika yang mempunyai potensi paling tinggi terhadap Staphylococcus aureus adalah ciprofioxacin (CIP) dan antibiotika yang mempunyai potensi paling rendah terhadap Staphylococcus aureus adalah ampicillin(AMP). Penelitian Iebih lanjut perIu dilakukan untuk mengetahui sumber penularan Staphylococcus aureus pada Co-ass dan pemantauan resistensi Staphylococcus aureus perIu dilakukan terns menerus agar tindakan yang cepat dan tepat dapat dilakukan untuk mengatasi segala permasalahan yang ditimbulkan oleh Staphylococcus aureus.
Kata Kunci : Staphylococcus aureus, infeksi nosokomial, antibiotika