Hubungan antara pola konsumsi karbohidrat, lemak dan faktor lainnya dengan daya tahan Jantung Paru Atlet Sepak Bola PS. Semen Padang Divisi Utama PSSI Liga Bank Mandiri IX Tahun 2003
FERRY, Dr.dr. Woro Kushartanti, MS
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Olahraga sepakbola merupakan gerakan tubuh yang memerlukan keseimbangan energi untuk mempertahankan daya tahan jantung paru yang optimal. Aktivitas olahraga sepakbola membutuhkan metabolisme yang optimal tergantung dari adanya ketersediaan zat gizi. Makronutrien dan mikronutrien sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi sehingga atlet dapat tampil maksimal dalam setiap aktivitas olahraga. Menu atlet harus mengandung karbohidrat sebanyak 60 – 70 % dan lemak 20 – 25 % dari total kebutuhan energi seorang atlet. Rumusan masalah penelitian ini adalah : apakah ada hubungan pola konsumsi karbohidrat dan lemak dengan daya tahan jantung paru atlet sepakbola. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi karbohidrat dan lemak dengan daya tahan jantung paru atlet sepakbola PS. Semen Padang. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan rancangan cross sectional, subjek penelitian adalah atlet sepakbola PS. Semen Padang Devisi Utama PSSI Liga Bank Mandiri Tahun 2003, variabel penelitian terdiri dari pola konsumsi karbohidrat, lemak, kadar trigliserida, persentase lemak tubuh, indeks massa tubuh dan daya tahan jantung paru. Analisis data dilakukan secara univariat (rata-rata dan frekuensi), bivariat (analisis regresi dan Chi-kuadrat), multivariat (regresi linear berganda). Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara karbohidrat (p=0,751) dan lemak (p=0,297) dengan daya tahan jantung paru, tetapi diperoleh hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh (p=0,034), kadar trigliserida darah (p=0,044) dan persentase lemak tubuh (p=0,007) dengan daya tahan jantung paru.Variabel yang paling berpengaruh terhadap daya tahan jantung paru adalah persentase lemak tubuh(OR=12,00). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola konsumsi karbohidrat dan pola konsumsi lemak dengan daya tahan jantung paru atlet sepakbola PS. Semen Padang Devisi Utama PSSI Liga Bank Mandiri Tahun 2003.
Background: Soccer sport is body movement that need energy balanced for maintaining optimum cardiorespiratory endurance. Soccer sport activity need optimum metabolism depen on nutrient. Macronutrient and micronutrient was the most need to result energy so that athlete have maximal performance in each sport activity. Athlete’s menu must be consist of 60-70 % carbohydrat and 20-25 % fat from total energy which is need for athlete. The problem of this research: what was correlation the pattern of carbohydrat and fat with cardiorespiratory endurance football athlete.Objective for this research: to find out correlation between the pattern of carbohydrat and fat concumption with cardiorespiratory endurance Soccer athlete PS. Semen Padang. Methode: This research was observational with cross sectional approach, subject for this research is Soccer athlete PS. Semen Padang in the top of division PSSI Liga Bank Mandiri in 2003, variable from this study consist of the pattern carbohydrat, fat, triglycerida, BMI, body fat and cardiorespiratory endurance. Analysis which is used by univariate, bivariate and multivariate. Result: Analysis which is gained was no significant correlation between carbohydrat (p=0,751) and fat (p=0,297) with cardiorespiratory endurance, while BMI (p=0,034), triglycerida (p=0,044) and body fat (p=0,007) was significant correlation with cardiorspiratory endurance. The must influentiale variable to cardiorespiratory endurance was body fat (OR=12,00). Conclution: There are no significant between the pattern of carbohydrat and fat consumtion, with cardiorespiratory endurance Soccer athlete PS. Semen Padang top of division PSSI Liga Bank Mandiri in 2003.
Kata Kunci : Gizi, Atlet Sepakbola, Pola Konsumsi, Daya Tahan Jantung