Laporkan Masalah

Evaluasi lahan kepesisiran untuk wisata alam dikec. Tepus kab. Gunung Kidul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Christotuhu Ishak Koesen, Drs. Suratman, M.Sc.; Drs. Eko Haryono, M.Si.

2004 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kepesisiran di Kecematan Tepus untuk wisata alam dengan menganalisis kemampuan lahan pantai untuk wisata dan mengetahui aktivitas-aktivitas kepariwisataan yang dapat dikembangkan di daerah kepesisiran Daerah kepesisiran terdiri dari daerah pesisir, pantai dan zona perairan dekat pantai. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengunakan metode evaluasi lahan dan teknik pengambilan sampelnya secara acak berstrata dengan berdasarkan Peta Geomorfologi daerah kepesisiran Kecamatan Tepus. Peta Geomorfologi daerah kepesisiran ini diperoleh dari hasil tupangsusun antara Peta Geologi, Hasil interpretasi Foto Udara, dan Peta Rupa Bumi Indonesia daerah penelitian. Data parameter kemampuan lahan pantai untuk wisata adalah gardien pantai, material pantai, keadaan bahaya khusus, perkembangan dan pertumbuhan gisik, kualitas air, dan tingkat kesulitan aksesbilitas. Penentuan klas kemampuan lahanya dengan metode pengharkatan. Sedangkan data parameter untuk kesesuaian lahan kepesisiran untuk aktivitas wisata alam adalah faktor klimatik, faktor geomorfik, dan faktor oseanik. Klas kesesuaian untuk aktivitas wisata alam dengan menggunakan metode pembandingan secara subjektif. Berdasarkan identifikasi dan pengukuran di daerah kepesisiran Kecamatan Tepus, Pantai Krakal dan Pantai Sundak memiliki klas kemampuan lahan II (kemampuan lahan tinggi). Pantai Watulawang, Pantai Potunggal dan Pantai Siung memilki klas kemampuan lahan III (kemampuan lahan agak tinggi). Pantai Ndawut, Pantai Watunene dan Pantai Sruni memiliki klas kemampuan lahan IV (kemampuan lahan sedang). Sedangkan pantai-pantai cliff yaitu Pantai Sungap, Pantai Serah, Pantai Krisik, Pantai Sembung dan Pantai Cluwakan memiliki klas kemampuan lahan V (kemampuan agak rendah). Pada satuan bentuklahan dataran aluvial karst, polje, uvala dan doline dapat dikembangkan semua jenis aktivitas wisata alam di pesisir seperti bermain, berkemah, piknik dan jalan setapak. Sedangkan pada zona perbukitan karst semua jenis aktivitas wisata alam di pesisir tidak dapat dikembangkan karena memiliki faktor pemberat berupa kemiringan lereng (>30%,) tekstur tanahnya berupa geluh debuan dan geluh berpasir, kedalaman batuan padu < 50 cm, keterdapatan material krikil dan krakal >20%, keterdapatan batu > 3% dan keterdapatan batuan >0,1%. Aktivitas bahari berupa berkapal, berlayar, ski air dan selancar angin, dapat dikembangkan pada perairan laut dekat pantai bergisik saku. Sedangkan pada pantai-pantai cliff, semua jenis aktivitas bahari dan jenis wisata alam yang lain tidak dapat dikembangkan karena memiliki gradien gisik >30%. Hasil penelitian menunjukkan daerah kepesisiran di Kecamatan Tepus memiliki potensi sedang hingga tinggi untuk wisata alam.

-

Kata Kunci : Evaluasi lahan pesisir,Wisata alam,Tepus,Gunungkidul,DIY

  1. S1-2004-115281-Abstract.pdf  
  2. S1-2004-115281-Bibliography.pdf  
  3. S1-2004-115281-TableofContent.pdf  
  4. S1-2004-115281-Title.pdf