Potret Dinamika Sosial-Ekonomi Petani Kelapa Sawit Selama Masa Tunggu Program Peremajaan Sawit Rakyat (Studi Kasus Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Propinsi Riau)
Defy Rizky Ramadhany, Dr. Yuli Isnadi, S.I.P., MPA
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika sosial dan ekonomi petani kelapa sawit selama masa tunggu Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Masa tunggu yang berlangsung antara 3–4 tahun sejak penebangan hingga tanaman sawit kembali berproduksi menimbulkan tantangan signifikan bagi keberlanjutan penghidupan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan dianalisis menggunakan kerangka Sustainable Livelihood Approach (SLA) yang menekankan pada lima jenis aset: manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, petani PSR mengalami dinamika berupa meningkatnya kerja sama antarpetani, penguatan kepercayaan, partisipasi dalam kelembagaan, serta kolaborasi dengan pemerintah desa dan mitra PSR. Namun, ketegangan muncul antara petani PSR dan non-PSR terkait penggunaan jalan dan pengendalian hama. Dari sisi ekonomi, petani menghadapi penurunan pendapatan, kehilangan mata pencaharian utama, serta meningkatnya beban ekonomi dan ketergantungan pada utang, tabungan, dan sumber penghasilan alternatif. Strategi bertahan hidup yang dilakukan antara lain tumpang sari, kerja harian, usaha kecil, pinjaman, serta pemanfaatan aset digital seperti menjadi kreator konten. Namun strategi penghidupan yang dipiih petani bersifat tidak keberlanjutan, karena dipengaruhi oleh modal aset yang mereka miliki. Namun strategi penghidupan yang dipiih petani bersifat tidak keberlanjutan, karena dipengaruhi oleh modal aset yang mereka miliki.
Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan kelembagaan, pelatihan teknis, serta koordinasi lintas petani dalam satu hamparan agar tujuan keberlanjutan PSR dapat tercapai. Studi ini juga merekomendasikan perlunya penyesuaian kebijakan dengan realitas lokal serta penguatan peran pemerintah kampung dalam memfasilitasi ketahanan sosial-ekonomi petani selama masa tunggu.
This study aims to describe the social and economic dynamics of oil palm
farmers during the waiting period of the Smallholder Oil Palm Replanting
Program (PSR) in Teluk Merbau Village, Dayun District, Siak Regency. The
waiting period, which lasts between 3-4 years from felling to the oil palm
trees producing again, poses significant challenges to the sustainability of
farmers' livelihoods. This study uses the Sustainable Livelihood Approach (SLA)
framework, which emphasizes five types of assets: human, social, natural,
physical, and financial.
The results show that socially, PSR farmers experience dynamics in the
form of increased cooperation among farmers, strengthened trust, participation
in institutions, and collaboration with village governments and PSR partners.
However, tensions arise between PSR and non-PSR farmers regarding road use and
pest control. Economically, farmers face declining incomes, loss of primary
livelihoods, and increased economic burdens and dependence on debt, savings,
and alternative sources of income. Survival strategies employed include
intercropping, daily work, small businesses, loans, and the use of digital
assets such as becoming content creators. However, the livelihood strategies
chosen by farmers are unsustainable because they are influenced by the capital
assets they have.
This study emphasizes the importance of institutional support, technical
training, and coordination among farmers within a single area in order to
achieve the sustainability goals of PSR. The study also recommends the need to
adjust policies to local realities and strengthen the role of village
governments in facilitating the socio-economic resilience of farmers during the
waiting period.
Kata Kunci : Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Masa Tunggu, Petani Kelapa Sawit, Penghidupan Berkelanjutan, Dinamika Sosial-Ekonomi, Strategi Bertahan Hidup / Smallholder Oil Palm Replanting (PSR), Waiting Period, Oil Palm Farmers, Sustainable Livelihood, Socio-Economic