Kajian ekosistem mangrove di kabupaten Indramayu Jawa Barat berdasarkan analisis citra landsat 7 ETM + dan Sistem Informasi Geografi
Doma Febriono Prasetio, Dr. Hartono, DESS; Drs. Mas Sukoco, M.Sc.
2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji ekosistem mangrove menggunakan teknologi penginderaan jauh di Kabupaten Indramayu. Interpretasi ekosistem mangrove disusun berdasarkan citra Landsat 7 ETM+ dengan transformasi vegetasi NDVI (Normalized Difference Index Vegetation). Zonasi mangrove berdasar atas aspek kerapatan dengan data atribut fisik dan kimia pada skala 1: 100.000. Metode penelitian yang digunakan adalah pengolahan citra digital citra Landsat 7 ETM+ dan survei lapangan. Pengolahan dengan penginderaan jauh diutamakan untuk mendapatkan nilai kerapatan mangrove, sedangkan untuk aspek fisik dan kimia daerah penelitian dilakukan dengan survei lapangan. Tahap pertama adalah membuat zonasi kerapatan hutan mangrove pada daerah penelitian menggunakan transformasi NDVI. Hasil dari zonasi kerapatan kemudian digunakan sebagai dasar penentuan sampel. Setelah itu dilakukan penelitian lapangan dengan dasar lokasi hasil penentuan sampel pada zonasi kerapatan mangrove. Hasil penelitian ini adalah zonasi tingkat kerapatan mangrove di Indramayu dengan distribusi kerapatan sangat tinggi seluas 209 ha, kerapatan tinggi seluas 259 ha, kerapatan sedang seluas 300 ha, kerapatan jarang seluas 359 ha, dan kerapatan sangat jarang seluas 3866 ha. Aspek fisik dan kimia ekosistem mangrove berdasarkan atas titik sampel yang berjumlah 11 titik pada berbagai tingkat kerapatan. Analisis fisik dan kimia ekosistem mangrove tersebut meliputi analisa tekstur, kedalaman tanah, keadaan batu atau kerikil, kondisi genangan air dan kedalaman air tanah, kandungan potensi pirit, serta pH dan DHL. Berdasarkan hasil survei lapangan dan analisa laboratorium didapatkan adanya keterkaitan tingkat kerapatan mangrove dan aspek fisik dan kimianya. Secara umum kepedulian masyarakat akan pentingnya mangrove bagi mereka baru disadari akhir-akhir ini, hal tersebut terbukti dengan adanya lokasi rehabilitasi mangrove yang merupakan wujud kerjasama pemerintah dan masyarakat. Lokasi yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan mangrove antara lain adalah Muara Kali Anjar, Muara Kali Cemara, dan beberapa daerah di belakangnya seperti Pabean dan Tambak.
-
Kata Kunci : Ekosistem mangrove,Sistem informasi geografis,Citra landsat 7 ETM+,Indramayu,Jawa Barat