Pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh penduduk lanjut usia di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta : Analisis data susenas kor propinsi DIY tahun 1996 dan 2000
Dewi Triningsih, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.; Umi Listyaningsih, S.Si.
2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPropinsi Daerah Istimewa Jogyakarta mempunyai tebaran penduduk lanjut usia yang besar, yaitu 404.609 jiwa tahun 1996 bertambah menjadi 484.172 jiwa tahun 2000 dari total jumlah penduduk. Jumlah lansia yang besar tersebut berada dalam berbagai kondisi yang memerlukan pelayanan kesehatan yang baik dan terjangkau oleh lansia itu sendiri. Semakin banyak dibangunnya fasilitas kesehatan akan meningkatkan pemanfaatan fasilitas kesehatan sebagai tempat mengobati khususnya penduduk lansia. Akan tetapi berbagai sarana yang dibangun kini belum memperhatikan kepentingan lansia. Penelitian yang berjudul "Pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh lansia di Propinsi DIJ (Analisis data susenas kor propinsi DIJ tahun 1996 dan 2000) ini mempunyai tujuan untuk mengetahui keluhan kesehatan yang dialami lansia dan mengetahui perubahan pemanfaatan kesehatan menurut pendidikan, lapangan kerja, upah dan jenis keluhan lansia pada tahun 1996 dan 2000. Dalam penelitian ini memanfaatkan data susenas kor tahun 1996 dan 2000, analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Dari hasil data susenas 1996 dan 2000 yang diolah dengan program SPSS/PC+ menggunakan metode uji beda diperoleh jumlah lansia yang memanfaatkan fasilitas kesehatan sebesar 75.264 jiwa tahun 1996 dan 107.937 jiwa tahun 2000. Pemanfaatan fasilitas oleh lansia yang mengalami keluhan kesehatan di rumah sakit terlalu sedikit hanya 18,5% tahun 1996 turun menjadi 16,9% tahun 2000. Hal ini menandakan banyak lansia yang tidak memanfaatkan fasilitas yang lengkap dan modern. Bila ditinjau menurut tempat fasilitas kesehatan, lansia berumur 75 th keatas banyak memanfaatkan puskesmas mencapai 33,4% tahun 1996 dan 32% tahun 2000. Adanya persentase tinggi dari lansia berstatus kawin yang memanfaatkan praktek dokter disebabkan status ekonomi yang baik. Penduduk lansia yang berpendidikan SMP keatas banyak yang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang lengkap dan modern ditunjukkan dengan persentase lansia yang memanfaatkan rumah sakit 28,5% sedang yang memanfaatkan puskesmas hanya 19,2%. Penduduk lansia yang bekerja di sektor pertanian memanfaatkan puskesmas mencapai 42,2% tahun 1996 dan 40,5% tahun 2000; di sektor jasa yang memanfaatkan puskesmas hanya 39,9% tahun 1996 dan 38,1 tahun 2000. Lansia penderita penyakit menular yang memanfaatkan rumah sakit mencapai 48,2% tahun 1996 dan 36,9% tahun 2000. Gejala ini menandakan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan yang menyembuhkan penyakit menular berfungsi dengan baik.
-
Kata Kunci : Pemanfaatan fasilitas kesehatan,Penduduk usia lanjut,Daerah Istimewa Yogyakarta,DIY