Laporkan Masalah

Analysis Kelayakan Kerja Sama Daerah Berbentuk Bangun Guna Serah (BGS) Revitalisasi Pasar Baru, Karawang

Novi Zariyanti, Dr. Leo Indra Wardhana, M.Sc., CFPR., GRCE.

2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Revitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan daya saing sektor perdagangan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sering kali menjadi hambatan utama dalam pelaksanaannya. Studi ini menganalisis kelayakan kerja sama bangun guna serah (BGS) antara pemerintah dan pihak swasta dalam merevitalisasi dan mengelola Pasar Baru, Karawang dengan pendekatan bagi hasil. studi kelayakan dilakukan melalui pendekatan finansial yang terdiri dari analises net present value (NPV), internal rate of return (IRR), benefit cost ratio (BCR), dan payback period (PP). Hasil analysis menunjukkkan bahwa proyek ini secara finansial layak dilaksanakan, dengan indikator ekonomi yang menunjukkan nilai positif dan waktu balik modal yang rasional. selain itu, keterlibatan pihak swasta melalui skema BGS dapat meringankan beban fiskal daerah dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pasar. Meskipun demikian, terdapat berbagai risiko yang perlu dimitigasi, seperti risiko regulasi, sosial, operasional, dan perubahan pasar. Analisis ini merekomendasikan pentingnya kejelasan perjanjian kerja sama, sosialisasi yang inklusif, serta strategi adaptif agar kerja sama BGS ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak.


The revitalizing of traditional market is a crucial effort to enhance the competitiveness of local trade sectors and stimulate regional economic growth. However , limited Regional Budget (APBD) funding often becomes a significant obstacle in implementing such projects. This study analyzes the feasibility of a public private partnership using the Build Operate Transfer (BOT) model, known in Indonesia as bangun guna serah (BGS), to revitalizeand manage the Pasar Baru, Karawang with a profit sharing scheme. The feasibility analysis incorporates financial indicator (NPV, IRR, BCR, and Payback Period). The result indicate that the project is financially viable, with positive economic indicators and a reasonable payback period. Morever involving the private sector through the BGS scheme can reduce the fiscal burden on the local government and improve market management efficiency. Nevertheless, various risks such as regulatory , social, operational, and market dynamics must be properly mitigated. This study recommends the establishment, and adaptive strategies to ensure the sustainability and mutual benefit of the BGS partnership.

Kata Kunci : Studi Kelayakan, bangun guna serah (BGS), investasi swasta, internal rate of return (IRR), net present value (NPV), benefit cost ratio (BCR), payback periode (PP), analisis sensitivitas, Feasibility study, Build Operate Transfer (BOT), private investment,

  1. S2-2025-530616-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530616-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530616-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530616-title.pdf