Laporkan Masalah

Representasi Kealamian Tubuh Lentari Van Lorraine: Sebuah Analisis Multimodal

Faudyan Eka Satria, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.IP, M.A

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Riri, atau yang bernama lengkap Lentari Van Lorraine, adalah seorang perempuan yang ‘mendeskripsikan dirinya’ sebagai virtual idol pertama di Indonesia. Lewat postingan-postingan dirinya di Instagram, Riri mencitrakan diri sebagai sosok perempuan Indonesia blasteran Belanda. Hal itu mula-mula dapat diperiksa dari aspek narasi cerita hidupnya hingga kedinamisan tubuh dalam konten-konten Instagram-nya. Menariknya, meski Riri telah mendeklarasikan diri sebagai virtual idol di bio Instagram-nya, oleh beberapa audiensnya, Riri masih dianggap sebagai perempuan nyata. Riset ini lantas mencoba membedah sebuah pertanyaan: bagaimana kealamian tubuh Lentari van Lorraine direpresentasikan dalam kontenkonten akun Instagram-nya sehingga mampu menjadi media komunikasi status kenyata-annya tersebut? Pertanyaan ini juga memuat maksud untuk melacak sejauh apa level ke-nyata-an itu berhasil digapai Riri melalui tubuh alami yang direpresentasikannya. Dengan bersandar pada paradigma kritis, penelitian ini akan mendayagunakan metode penelitian analisis multimodal Gunther Kress dan Theo van Leeuwen. Metode ini kemudian akan saya sandingkan dengan konsep kealamian tubuh yang ditawarkan Leopoldina Fortunati dan konsep virtualitas menurut Gilles Deleuze. Hasil riset ini kemudian menyimpulkan bahwa kealamian tubuh Riri memang mampu direpresentasikan secara optimal melalui sejumlah aspek, seperti konsistensi penampilan, kedinamisan gerakan tubuh, hingga interaktivitas sosialnya. Hal tersebut relatif mampu menghadirkan kesan bahwa ia adalah manusia sungguhan. Meski demikian, kealamian tersebut sesungguhnya bersifat aktual. Artinya kealamian itu hanya dapat tampil pada dunia virtual saja dan tidak mampu dibawa ke dunia nyata.

Riri, as known as Lentari Van Lorraine, is a woman who 'describes herself' as the first virtual idol in Indonesia. Through her posts on Instagram, Riri portrays herself as a mixed-Dutch Indonesian woman. Interestingly, although Riri has declared herself a virtual idol in her Instagram bio, by some of her audiences, Riri is still considered a real woman. This research then tries to dissect a question: how is the naturality of Lentari van Lorraine's body represented in the contents of her Instagram account so that it can become a medium for communicating her real status? This question also contains the intention to trace the extent to which this level of realness has been achieved by Riri through the natural body she represents. By relying on a critical paradigm, this research will utilize the multimodal analysis research method of Gunther Kress and Theo van Leeuwen. I will then compare this method with the concept of ‘body naturality’ proposed by Leopoldina Fortunati and the concept of virtuality according to Gilles Deleuze. The results of this research then conclude that the naturality of Riri's body can be optimally represented through several aspects, such as the consistency of appearance, the dynamism of body movements, and her social interactivity which are relatively able to create the impression that she is a real human being. However, this naturality is actually actual. This means that naturality can only appear in the virtual world and cannot be brought into the real world.

Kata Kunci : Kealamian tubuh, Konten Instagram, Lentari van Lorraine, Virtualitas, Virtual Idol

  1. S2-2025-525730-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525730-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525730-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525730-title.pdf