Laporkan Masalah

Kajian terhadap peran Dewan Penyantun di Rumahsakit Daerah dalam konsep Good Corporate Governance

RIYATNO, Mohamad, dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Dalam era desentralisasi kebijakan otonomi di bidang pelayanan kesehatan, membuat rumah sakit harus melakukan perubahan organisasinya. Secara umum perubahan ini memerlukan restrukturisasi dibidang pelayanan kesehatan yang mengatur hubungan antara pemerintah sebagai regulator, lembaga usaha yang bersifat sosial yaitu rumah sakit daerah dan masyarakat, sehingga didapatkan kesetaraan good governance. Untuk dapat mengontrol, mengarahkan dan menjadi jembatan diantara 3 komponen tersebut diperlukan suatu lembaga yaitu Dewan Penyantun. Peran Dewan Penyantun dan pelaksanaan konsep good corporate governance dirumah sakit daerah sampai saat ini masih memerlukan pengkajian mendalam, sehingga menarik untuk dilakukan penelitian. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi multi kasus holistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam beberapa kali dengan menggunakan pedoman wawancara. Unit analisis adalah rumah sakit daerah dan tempat penelitian ada di BRSD Wonosobo dan RSUD Kota Yogyakarta. Subyek penelitian berjumlah 5 orang merupakan wakil dari pimpinan, pemilik rumah sakit dan anggota Dewan Penyantun. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dewan Penyantun masih sangat terbatas, hal ini disebabkan oleh struktur dan posisi Dewan Penyantun dalam struktur organisasi rumah sakit yang tidak jelas, komposisi yang masih didominasi birokrat, dan pelaksanaan konsep good corporate governance di rumah sakit daerah yang belum berjalan. Kesimpulan: Peran Dewan Penyantun di rumah sakit daerah saat ini terbatas sebagai symbolic body, advisory body, jembatan antara manajemen dengan pemilik rumah sakit. Untuk mendapatkan peran Dewan Penyantun yang efektif dan efisien di rumah sakit daerah dibutuhkan penyempurnaan regulasi meliputi struktur dan posisinya, komposisi anggota, dan penegasan tugas pokok dan fungsinya, sehingga akan didapatkan performa dan kontribusi Dewan Penyantun yang optimal untuk perkembangan rumah sakit daerah.

Background: In the decentralization era in health service autonomy policy makes hospital is to change the organization. Generally, this change need restructurization in health service that control relation between government as a regulator, district hospital, and community, These changes incorporate attempts to increase act systems of center and local government that regulate main duty, internal component function, and its relation with hospital owner (local government). It also incorporates institutions to control, organize, and link the government and hospital owner. i.e. board of director. The role and statues of board director in hospital to implement good corporate governance concept is still becoming controversial. Method: This was qualitative study with multi cases holistic design. Data were collected by serial in-depth interview with guide line interview. Analysis unit of the study was district hospital and the place of this study was BRSD Wonosobo and RSUD Kota Jogjakarta. Subjects of the study were 5 people. They were directors, vice directors, and board of directors. Result: The result of the study showed that the role of board of director was very limited. It was caused by structure and position of board of director in hospital structure that was not clear and still dominated by bureaucrat. The concept of good corporate governance itself was implemented yet, in district hospital. Conclusion: The role of board of director in district hospital is limited just as institutional symbol, advisory body, to be a bridge between hospital management and the owner. In order to get an effective and efficient role of board of director, and capable to implemented in district hospital, it need action of completing regulation that included the structure and position, composition of the member, and confirmation of the main job and its function to get optimal performance and contribution of board of director for district hospital development.

Kata Kunci : Dewan Penyantun, fungsi, good corporate governance, studi kasus, Board of director, function, good corporate governance, case study


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.