Laporkan Masalah

Pengaruh Perubahan Struktur Keluarga terhadap Penundaan Pernikahan Perempuan Jepang

Yulia Agustiani, Lili Febriyani, S.S., M.Si.

2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Fenomena penundaan pernikahan (bankonka) telah menjadi perhatian pemerintah Jepang karena berdampak langsung pada menurunnya angka pernikahan dan angka kelahiran di Jepang. Dalam kajian-kajian sebelumnya, faktor penyebab bankonka umumnya dikaitkan dengan kondisi ekonomi atau perubahan peran gender dalam masyarakat Jepang. Namun, belum ada penelitian yang menyoroti kaitannya dengan akar budaya masyarakat Jepang itu sendiri, yaitu struktur keluarga. Oleh karena itu, skripsi ini membahas tentang perubahan struktur keluarga Jepang dan pengaruhnya terhadap penundaan pernikahan pada perempuan Jepang (bankonka). 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan struktur keluarga Jepang dan bagaimana pengaruhnya terhadap penundaan pernikahan perempuan Jepang. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan wawancara mendalam dengan perempuan Jepang. Analisis dilakukan menggunakan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons melalui kerangka skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency). 

Hasil dari penelitian ini adalah perubahan struktur keluarga menyebabkan hilangnya kontrol sosial keluarga, meningkatnya kemandirian perempuan, dan perubahan nilai pada pernikahan yang pada akhirnya menyebabkan penundaan pernikahan pada perempuan Jepang (bankonka). Fungsi adaptation dalam sistem sosial keluarga tetap berjalan, namun fungsi goal attainment mengalami pergeseran dan fungsi integration serta fungsi latency mengalami pelemahan. Ketidakseimbangan fungsi ini berdampak pada munculnya fenomena penundaan pernikahan pada perempuan Jepang. 

The phenomenon of delayed marriage (bankonka) has become a major concern for the Japanese government, as it directly contributes to the decline in both marriage and birth rates in Japan. Previous studies have generally linked the causes of bankonka to economic conditions or shifts in gender roles within Japanese society. However, little research has examined its connection to the cultural roots of Japanese society, namely the family structure. Therefore, this thesis explores the transformation of the Japanese family structure and its impact on delayed marriage among Japanese women (bankonka).

The aim of this research is to analyze how changes in the Japanese family structure have shaped the tendency of Japanese women to postpone marriage. This study employs a mixed-methods approach, combining a literature review with in-depth interviews conducted with Japanese women. The analysis is carried out using Talcott Parsons’ structural functionalism theory through the AGIL framework (Adaptation, Goal Attainment, Integration, and Latency).

The result show that changes in family structure have led to the decline of familial social control, increased female independence, and a shift in marital values, all of which ultimately contribute to the delay of marriage among Japanese women (bankonka). The function of adaptation remains active within the family as a social system. However, the function of goal attainment has undergone a shift, while the functions of integration and latency have weakened. This functional imbalance has contributed to the emergence of delayed marriage among Japanese women.

Kata Kunci : Struktur keluarga, penundaan pernikahan, perempuan Jepang, fungsionalisme struktural Talcott Parsons

  1. S1-2025-477402-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477402-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477402-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477402-title.pdf