PENGETAHUAN LOKAL DAN MITIGASI BENCANA (Studi Sosiologi Atas Bencana Alam Gempa Bumi dan Likuefaksi di Kota Palu Tahun 2018)
Muhammad Saifullah Dasi, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.
2025 | Tesis | S2 Sosiologi
Penelitian ini membahas tentang
bentuk, produksi, reproduksi, dan penggunaan pengetahuan lokal dalam mitigasi
bencana pada masyarakat Suku Kaili di Kelurahan Petobo dan Balaroa, Kota Palu.
Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena bencana likuefaksi yang
terjadi pada tahun 2018 yang menimbulkan dampak besar secara fisik maupun
sosial. Dalam konteks tersebut, muncul pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat
lokal membangun dan mempertahankan sistem pengetahuan mereka untuk merespons
dan mengantisipasi bencana, serta bagaimana pengetahuan tersebut bersaing,
bersanding, atau bahkan digantikan oleh pendekatan modern mitigasi bencana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi.
Analisis dilakukan dengan pendekatan teori Sociology of Knowledge dari
Karl Mannheim dan Risk Society dari Ulrich Beck, yang memberikan
kerangka konseptual dalam melihat dinamika produksi pengetahuan dan tantangan
modernitas dalam mitigasi bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pengetahuan lokal masyarakat Kaili mencakup tanda-tanda alam sebagai peringatan
dini, praktik ritual upacara adat, serta teknik konstruksi tradisional yang
adaptif terhadap lingkungan. Pengetahuan ini tidak hanya diwariskan secara
lisan antar generasi, tetapi juga dijaga melalui praktik budaya dan simbolik
yang terus direproduksi. Namun, sebelum bencana 2018, pengetahuan lokal
mengalami tantangan serius akibat dominasi narasi Berbasis ilmiah dari
pemerintah dan minimnya pelibatan masyarakat dalam kebijakan pembangunan pasca
bencana. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi antara pengetahuan lokal
dan pendekatan modern secara kolaboratif sebagai bentuk mitigasi yang
berkeadilan dan kontekstual.
ABSTRACT
This
study explores the forms, production, reproduction, and utilization of local
knowledge in disaster mitigation among the Kaili ethnic community in Petobo and
Balaroa, Palu City. The research is grounded in the context of the 2018
liquefaction disaster, which had significant physical and social impacts.
Within this context, the study raises critical questions about how local
communities construct and sustain their knowledge systems to respond to and
anticipate disasters, as well as how such knowledge interacts with, competes
against, or is supplanted by modern disaster mitigation approaches. A
qualitative research design with a case study method was employed. Data were
collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. The
analytical framework draws upon Karl Mannheim’s Sociology of Knowledge and
Ulrich Beck’s Risk Society theory, providing a conceptual lens to examine the
dynamics of knowledge production and the challenges of modernity in disaster
contexts. The findings reveal that the Kaili people's local knowledge
encompasses natural signs as early warning systems, ritual ceremonies, and
traditional construction techniques adapted to the environment. This knowledge
is transmitted orally across generations and preserved through cultural and
symbolic practices. However, prior to the 2018 disaster, local knowledge faced
significant challenges due to the dominance of scientifically framed narratives
promoted by governmental authorities and the lack of community involvement in
post-disaster development policies. The study highlights the importance of
collaborative integration between local knowledge and modern approaches as a
pathway toward equitable and contextually grounded disaster mitigation.
Kata Kunci : Kata kunci: Pengetahuan lokal, mitigasi bencana, Suku Kaili, likuefaksi.