Komunikasi Internal dalam Adaptasi Budaya Organisasi Multikultural (Studi Kasus Proses Penyampaian Nilai Gusdur pada Anggota Tahun 2023-2024 di Gusdurian Jakarta)
Agatha Yosefima Dida, Dr. Rajiyem, S.I.P., M.Si
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini membahas komunikasi internal dalam adaptasi budaya organisasi multikultural dengan fokus pada Gusdurian Jakarta. Sebagai komunitas masyarakat sipil dengan anggota yang berasal dari latar belakang budaya, agama, dan identitas yang beragam, Gusdurian Jakarta menjadikan sembilan nilai utama Gus Dur sebagai pedoman bersama dalam berjejaring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Gus Dur melalui komunikasi organisasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang muncul dalam interaksi antaranggota. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, serta dokumentasi dari kegiatan Gusdurian Jakarta selama periode 2023–2024. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, dilengkapi dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi internal di Gusdurian Jakarta bersifat egaliter dan partisipatif, ditandai dengan penggunaan gaya komunikasi equalitarian dan relinquishing. Nilai-nilai Gus Dur tidak hanya berfungsi sebagai pedoman normatif, tetapi juga membentuk budaya organisasi yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap keragaman anggotanya. Faktor pendukung komunikasi organisasi antara lain keterbukaan, solidaritas, dan kepemimpinan fasilitatif, sementara hambatan yang muncul meliputi perbedaan persepsi, keterbatasan sumber daya, dan dinamika heterogenitas anggota. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi organisasi multikultural dengan menyoroti peran nilai dalam membangun budaya organisasi berbasis masyarakat sipil. Secara praktis, temuan ini memberikan masukan bagi Gusdurian Jakarta dalam merumuskan strategi komunikasi internal yang lebih efektif di tengah keragaman anggotanya.
This study examines internal communication in the cultural adaptation of a multicultural organization, focusing on Gusdurian Jakarta. As a civil society community with members from diverse cultural, religious, and identity backgrounds, Gusdurian Jakarta adopts Gus Dur’s nine core values as a shared foundation for networking and collaboration. The research aims to analyze the process of internalizing Gus Dur’s values through organizational communication and to identify the supporting and inhibiting factors within members’ interactions. The study employs a qualitative approach with an intrinsic case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation of Gusdurian Jakarta’s activities during 2023–2024. The data analysis followed the Miles and Huberman model, complemented by source triangulation to ensure validity. The findings reveal that internal communication patterns in Gusdurian Jakarta are egalitarian and participatory, characterized by equalitarian and relinquishing communication styles. Gus Dur’s values function not only as normative guidelines but also as the foundation for an inclusive, collaborative, and adaptive organizational culture. Supporting factors include openness, solidarity, and facilitative leadership, while challenges arise from differences in perception, limited resources, and the dynamics of heterogeneous membership. This study contributes to the development of organizational communication scholarship in multicultural contexts by highlighting the role of values in shaping civil society–based organizational culture. Practically, the findings provide insights for Gusdurian Jakarta in formulating more effective internal communication strategies amidst its diverse membership.
Kata Kunci : komunikasi internal, budaya organisasi, organisasi multikultural, nilai Gus Dur, Gusdurian Jakarta