Pengelolaan data program pemberantasan penyakit diare di Kabupaten Bengkulu Selatan
FAJRI, Isnan, dr. Kristiani, SU
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Penyakit Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Bengkulu Selatan. Pada tahun 2003 tercatat 1350 kasus, dengan 11 kasus mati. Manajemen Program Diare yang baik memerlukan dukungan informasi untuk perencanaan, pemantauan, evaluasi program dan pengambilan keputusan. Kualitas informasi ditentukan oleh sumber data dan pengolahan data. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memperoleh gambaran pengelolaan sistem informasi manajemen program P2Diare serta pemanfaatannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kayu Kunyit, Gunung Ayu dan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Pemilihan puskesmas atas dasar Jumlah kasus P2Diare tinggi, rendah, sedang. Subjek penelitian adalah: Kasubdin P2PPL, Kasi P2P dan Koordinator SP2TP Dinas Kesehatan, ketua pokja diare Kabupaten, Kepala Puskesmas, petugas P2Diare, koordinator SP2TP, dan ketua pokja diare kecamatan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan check list. Hasil: Pelaksanaan manajemen data Program P2Diare di Puskesmas belum optimal, dikarenakan Pengumpulan dan rekapitulasi data belum lengkap. Analisis, intepretasi dan penyajian data diare belum dilakukan. Pemanfaatan Informasi diare untuk perencanaan dan pemantauan di Puskesmas belum dilakukan. Di tingkat kabupaten informasi sudah dimanfaatkan untuk perencanaan. Pemanfaatan Informasi program P2Diare untuk evaluasi telah dilakukan namun hanya untuk mengevaluasi cakupan pelayanan dan pemakaian logistik seperti oralit serta distribusi informasi ke Pokja diare. Sedangkan untuk bahan pengambilan keputusan belum dimanfaatkan. Kesimpulan: Pengelolaan data program P2Diare belum optimal, hanya sebatas pengumpulan dan rekap data. Pemanfaatan informasi baru untuk evaluasi cakupan pelayanan dan pemakaian logistik, sedangkan untuk perencanaan dan pengambilan keputusan belum dilakukan
Background: Diarrhea is one of the main health problem in Bengkulu Selatan. In 2003, the was 1350 cases in which 11 was dead cases. A good management of diarrhea program needs information supports for program planning, controlling, evaluating and decision-making. Information quality was determined by data source and data management. The aim of this research was to obtain description of information system management of diarrhea control program management as well as the utilization. Method: This was a descriptive research that used case study design with qualitative method. This research was implemented in the Primary Health Care of Kayu Kunyit, Gunung Ayu and Seginim, district of South Bengkulu. The selection of the Primary Health Care was based on the number of high, low, and medium cases of diarrhea control. The subject of the research was: head of disease control division, section head of disease control and coordinator of integrated recording system of Health Office, head of district working group (pokja) of diarrhea, heads of Primary Health Care, officers of diarrhea control, coordinators of integrated recording system, and head of sub district working group of diarrhea. Data was collected through in-depth interview, focus group discussion and check list. Result: The implementation of diarrhea control program data management in the Primary Health Care was not yet optimal since data collection and recapitulation was also not yet optimal. Analysis, interpretation and presentation of the diarrhea data were not yet being implemented. The utilization of diarrhea information for planning and controlling in Primary Health Care was not yet implemented. In the district level, information already used for planning. The utilization of diarrhea control program for evaluation has been implemented although only for evaluating the service coverage and logistic utilization such as oralit as well as information distribution to the Pokja of diarrhea. Nevertheless, the material for decision-making was not yet optimally utilized. Conclusion: Data management of diarrhea control program was not yet optimal and only for data collection and recapitulation. The utilization of new information only for evaluation of service coverage and logistic utilization, while planning and decision-making was not yet being implemented.
Kata Kunci : Kebijakan Layanan Kesehatan,Pemberantasan Penyakit Diare,Pengelolaan Data