Laporkan Masalah

Analisis Pengurangan Sampah di Kota Ambon: Studi Kasus di Negeri Batu Merah

Karmina Soumena, Aditya L. Ramadona, S.Si., M.Sc., Ph.D; Dr. Fitrina M Kusumaningrum, SKM., MPH

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Masalah sampah masih menjadi permasalahan utama bagi masyarakat Kota Ambon. Masih terdapat tumpukan sampah yang bisa ditemukan di sudut kota dan sulit diselesaikan. Angka kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor persoalan pembuangan sampah dan pengelolaannya. Wilayah yang menjadi penghasil sampah terbesar di Kota Ambon yaitu Negeri Batu Merah dengan jumlah timbulan  sampah sebesar 46 ton/hari atau 16.795 ton/tahun dengan jumlah penduduk 65.737 jiwa. 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam pengurangan sampah di Kota Ambon, juga mengeksplorasi peran berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengurangan sampah di Kota Ambon, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam pengurangan sampah.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan selama satu bulan melalui wawancara mendalam dan FGD kepada 15 informan yang terdiri dari 7 mahasiswa, 1 masyarakat umum, 3 tokoh masyarakat, 2 pemangku kebijakan, 1 pelaku usaha dan 1 bank sampah.

Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku pengurangan sampah masyarakat belum konsisten. Masyarakat masih membakar sampah, membuang sampah ke sungai, dan kurangnya kebiasaan memilah sampah dari rumah. Meskipun, beberapa masyarakat memiliki upaya pemanfaatan kembali dan daur ulang barang bekas, tetapi praktik tersebut belum berlandaskan kesadaran lingkungan yang kuat. Di samping itu, peran pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, maupun pihak swasta sudah mulai terbentuk, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi yang efektif. Sementara, tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya sistem pengelolaan, dan anggaran, serta belum optimalnya penegakan hukum dan koordinasi antar-stakeholder.

Kesimpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multi-level melalui Socio-Ecological Model dan penguatan promosi kesehatan, baik dalam bentuk edukasi, pemberdayaan, maupun advokasi lintas sektor. Kolaborasi yang terstruktur antar pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta terkait sangat dibutuhkan untuk menciptakan sistem pengurangan sampah yang berkelanjutan.

Background: Waste remains a major issue forthe people of Ambon City. Piles of garbage are still commonly found in many corners of the city and are difficult to resolve. Population density is one of the contributing factors to the challenges in waste disposal and management. The area that produces the most in Ambon City is Negeri Batu Merah, with a daily generation of 46 tons and 16.795 tons in year.

Objective: This study aimed to analyza behavior in waste redustion, explore the roles of various stakeholder involved in waste redustion efforts, and identify the challenges and barriers in the process.

Method: The research is qualitative research with case study approach was conducted over a one-month period through in-depth interview and focus group discussions with 15 informans consisting of 7 university students, 1 community member, 3 local leaders, 2 policy makers, 1 business actor, and 1 waste bank representative.

Result: The findings reveal that community behavior in waste redustin remains inconsistent. People still burn their waste, dispose of it into rivers, and rarely practice waste separation at the household level. Although, some individuals attempt to reuse or recycle waste, such practices are not yet grounded in strong environmental awareness. Furthermore, the roles of the government, education and health institution, and relevant institution have begun to tke shape, but effort remain frgamented and lack effective coordination. The main challenges identified include low public awareness, weak waste management system, and budget, as well as suboptimal law enforcement and stakeholder coordination.

Conclusion: This study highlights the importance of a multi-level approach based on the Sosio-Ecological Model and the need to strengthe helath promotion through education, community empowerment, and cross-sectoral advocacy. A well-structured collaboration among government bodies, communities, and relevant institution is essential to establish a sustainable waste reduction system.

Kata Kunci : Pengurangan sampah, perilaku masyarakat, socio-ecological model, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, advokasi

  1. S2-2025-511856-abstract.pdf  
  2. S2-2025-511856-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-511856-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-511856-title.pdf