Laporkan Masalah

Pengaruh faktor sosial ekonomi dan demografi terhadap perilaku ibu hamil dalam perawatan kesehatan di propinsi Jawa Tengah : Analisis data SDKI 1997

Christina Anita Dewi, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Rr. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.

2003 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji perilaku ibu hamil dalam perawatan kesehatan di Propinsi Jawa Tengah baik di perdesaan maupun di perkotaan dan (2) mengetahui pengaruh pendidikan ibu, lapangan pekerjaan ibu, umur ketika melahirkan, dan urutan kelahiran anak terhadap perilaku ibu hamil dalam perawatan kesehatan di perdesaan dan perkotaan. Penelitian dilakukan dengan menganalisa data sekunder berupa data Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 1997 Propinsi Jawa Tengah. Data ini dipilih karena survei tersebut mampu menghasilkan data yang lengkap mengenai perawatan kehamilan ibu pra kelahiran (antenatal care). Ibu hamil yang dimaksud dalam penelitian ini adalah wanita yang pernah melahirkan dengan kelahiran anak terakhir setelah Januari 1992 (5 tahun sebelum survei). Hasil penelitian yang dilakukan dengan tabulasi silang menunjukkan bahwa perilaku ibu hamil dalam perawatan kesehatan baik di perkotaan maupun di perdesaan di Propinsi Jawa Tengah sebagian besar termasuk dalam kategori sedang (skor perilaku: 9-18), dengan rata-rata skor perilaku sebesar 17,01 di daerah perkotaan dan 15,60 di perdesaan. Ibu hamil di perkotaan memiliki kecenderungan berperilaku kesehatan lebih baik daripada ibu hamil yang tinggal di perdesaan. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan rata-rata skor perilaku kesehatan ibu hamil di daerah perkotaan yang lebih tinggi daripada di perdesaan. Namun sebagian besar ibu hamil di Propinsi Jawa Tengah baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun diperdesaan telah melakukan pemeriksaan kandungannya sesuai dengan syarat kesehatan. Ibu hamil yang tinggal di perkotaan lebih memilih bidan/pembantu bidan sebagai tempat pemeriksaan kandungannya. Sedangkan di perdesaan, sebagian besar ibu hamil memilih puskesmas sebagai tempat pemeriksaan kesehatannya. Secara umum ibu hamil di Propinsi Jawa Tengah baik di perkotaan maupun di perdesaan sudah mampu memilih tenaga pemeriksa kesehatan kandungan yang tepat, yaitu tenaga medis. Pemeriksaan kandungan pertama kali dilakukan sebagian besar pada umur kandungan 0-3 bulan (trimester pertama). Ibu hamil yang tinggal baik di perkotaan maupun di perdesaan juga telah banyak yang menerima suntikan antitetanus, tablet zat besi, dan memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS) selama masa kehamilannya. Sedangkan berdasarkan tempat melahirkan, ibu hamil di Propinsi Jawa Tengah lebih memilih melahirkan di rumah daripada di tempat pelayanan kesehatan. Hal tersebut dimungkinkan karena di rumah mereka lebih merasa nyaman, tidak tertekan, dan biaya melahirkan relatif lebih murah daripada di klinik atau rumah sakit. Uji statistik regresi linier dengan tingkat signifikansi 5 persen menunjukkan bahwa dari variabel tingkat pendidikan ibu hamil, umur ibu ketika melahirkan, urutan kelahiran anak, dan lapangan pekerjaan ibu hamil, terbukti bahwa tingkat pendidikan ibu yang paling berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil dalam perawatan kesehatan baik di perkotaan maupun di perdesaaan di Propinsi Jawa Tengah. Sehingga dari kedua hipotesis yang diajukan seluruhnya dapat diterima

-

Kata Kunci : Perilaku ibu hamil,Demografi,Perawatn kesehatan,Jawa Tengah

  1. S1-2003-133212-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-133212-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-133212-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-133212-Title.pdf