Preferensi Pengunjung terhadap Daya Tarik Wisata di Pantai Pasir Kadilangu, Kulon Progo
Sania Nurul Lathifah, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A.
2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Pantai Pasir Kadilangu merupakan destinasi wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan, namun tingkat kunjungan wisatawan yang belum optimal menunjukkan perlunya evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan daya tarik wisata paling unggul, aktivitas daya tarik wisata paling diminati dan tidak diminati, serta menyusun saran pengembangan. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan skoring dan statistik inferensial dengan menggunakan pendekatan Crosstab dan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata paling unggul adalah daya tarik wisata buatan, khususnya area pemecah ombak yang memperoleh nilai total tertinggi dan menjadi pilihan utama pengunjung. Aktivitas daya tarik wisata yang paling diminati adalah fotografi, sedangkan paling tidak diminati adalah aktivitas olahraga. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat penghasilan dengan aktivitas daya tarik olahraga. Selain itu, juga diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pendidikan, dan penghasilan terhadap daya tarik wisata dan aktivitas fotografi, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan aktivitas olahraga. Pengembangan destinasi sebaiknya mengintegrasikan pendekatan edukatif dan inklusif dengan mempertimbangkan latar belakang penghasilan pengunjung, serta memperkuat daya tarik visual yang berkelanjutan.
Pantai Pasir Kadilangu is a tourist destination with considerable potential for development; however, the suboptimal number of tourist visits indicates the need for evaluation. This study aims to describe the most prominent tourist attraction, identify the most and least preferred tourism activities, and provide recommendations for development. The research utilized both primary and secondary data obtained through observation, questionnaire distribution, and literature review. The analytical methods employed include quantitative descriptive analysis with scoring, as well as inferential statistics using Crosstab analysis and the Chi-Square test.
The results indicate that the most prominent tourist attraction is the artificial attraction, particularly the breakwater area, which obtained the highest total score and became the main choice of visitors. Photography emerged as the most preferred activity, while sports activities were the least favored. The study also revealed a significant relationship between income level and sports-related tourist activities. In contrast, there was no significant relationship between gender, age, education, and income with tourist attractions and photography activities, nor was there a significant relationship between gender, age, and education with sports activities. The development of the destination should therefore integrate an educational and inclusive approach that considers visitors’ income backgrounds, while simultaneously strengthening sustainable visual attractions.
Kata Kunci : preferensi, pengunjung, daya tarik