Laporkan Masalah

Pemetaan lahan tidur dengan bantuan SIG dikecamatan Cikupa kabupaten Tangerang

Bahtiar, Drs. Zuharnen, M.S.; Drs. Nurul Khakhim, M.Si.

2003 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan memetakan lahan tidur dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografi (SIG). Daerah yang diambil sebagai obyek penelitian adalah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Ditetapkannya kecamatan ini sebagai daerah penelitian dengan pertimbangan bahwa kecamatan ini merupakan wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang yang memiliki jumlah lahan tidur terluas. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa data sekunder dan pemetaan. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara kompilasi data dan peta yang berasal dari instansi terkait. Adapun teknik pengumpulan data primer dilaksanakan dengan survei langsung ke lokasi lahan tidur (daerah kegiatan izin lokasi). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keruangan dengan satuan wilayah administrasi desa sebagai satuan unit terkecil pemetaan. Penyusunan peta tematik lahan tidur dilakukan dengan bantuan SIG. Adapun peta tematik lahan tidur yang dihasilkan meliputi 5 buah jenis peta, yaitu: (1) Peta Lahan Tidur Di Kecamatan Cikupa Tahun 1999; (2) Peta Status Lahan Tidur Di Kecamatan Cikupa Tahun 1999; (3) Peta Jangka Waktu Lahan Tidur Di Kecamatan Cikupa Tahun 1999; (4) Peta Peruntukan Lahan Tidur Di Kecamatan Cikupa Tahun 1999; dan (5) Peta Penggunaan Lahan Tidur Di Kecamatan Cikupa Tahun 1999. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam kurun waktu lima tahun, yaitu dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1999, di daerah penelitian terdapat lahan tidur seluas 2.652,42 hektar yang tersebar merata pada 21 wilayah desa dari 22 desa yang ada di daerah penelitian. Berdasarkan status kepemilikan lahannya, hasil penelitian menunjukan bahwa lahan tidur yang ada di daerah penelitian sebagian besar masih berstatus Lahan Negara (LN), yaitu seluas 1.494,39 (56,34%), sedangkan sisanya adalah berstatus Hak Guna Bangunan (HGB), yaitu seluas 1.158,03 hektar (43,66%). Berdasarkan peruntukan lahannya, sebagian besar diperuntukan bagi pembangunan kawasan perumahan, yaitu seluas 2.335,49 hektar (88,05%), dan sisanya adalah bagi pembangunan kawasan industri, yaitu seluas 312,93 (11,95%). Berdasarkan jangka waktunya, keberadaan lahan tidur di daerah penelitian memiliki jangka waktu dari satu sampai dengan lima tahun, dengan jangka waktu tiga tahun menempati luas terbesar, yaitu seluas 1.082,97 hektar (40,83%), dan menyusul jangka waktu empat tahun menempati urutan kedua, yaitu seluas 843,39 hektar (31,80%). Adapun berdasarkan penggunaan lahannya saat ini, terdiri dari 7 jenis penggunaan lahan, yaitu: (1) kampung; (2) lahan kosong; (3) sawah; (4) kebun campuran; (5) tegalan; (6) lahan rusak; dan (7) semak. Dari ke tujuh jenis penggunaan lahan tersebut, penggunaan lahan sawah merupakan jenis penggunaan lahan terluas, yaitu seluas 885,51 hektar (33,38%), dan menyusul pada peringkat kedua adalah jenis penggunaan lahan kebun campuran, yaitu seluas 847,44 hektar (30,39%). Adapun jenis penggunaan lahan dengan luasan terkecil adalah lahan rusak, yaitu seluas 6,60 hektar (0,25%).

-

Kata Kunci : Pemetaan lahan tidur,Sistem informasi geografis,Cikupa,Tangerang,Jawa Barat

  1. S1-2003-104953-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-104953-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-104953-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-104953-Title.pdf