Penentuan objek wisata pantai potensial untuk prioritas pengembangan di kabupaten Kulonprogo
B. Novian Bayu Handoko, Drs. Sujali, M.S.
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKabupaten Kulonprogo memiliki beberapa potensi obyek wisata yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut menyebabkan Kabupaten Kulonprogo masih tertinggal dengan kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti mengadakan penelitian dengan judul "Penentuan Obyek Wisata Pantai Potensial Untuk Prioritas Pengembangan Di Kabupaten Kulonprogo". Obyek wisata pantai yang diteliti yaitu Pantai Trisik, Pantai Bugel, Pantai Glagah, dan Pantai Congot yang kesemuanya masuk wilayah Kabupaten Kulonprogo. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obyek wisata pantai mana yang paling potensial untuk dikembangkan dari keempat obyek wisata pantai dan untuk menentukan bagaimanakah arahan pengembangan obyek wisata pantai potensial tersebut? Penelitian ini secara umum bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan analisa kunjungan wisatawan dengan data sekunder, analisa klasifikasi dengan data sekunder, dan analisa tabel frekuensi persepsi wisatawan dengan menggunakan data primer. Kecenderungan kunjungan wisatawan selama tahun 1996-2001 menunjukkan grafik kunjungan yang naik turun tetapi masih tetap didominasi oleh obyek wisata alam yang mendapat kunjungan terbanyak. Dari hasil klasifikasi potensi diperoleh ODTW potensi tinggi (III) yaitu Pantai Glagah, ODTW potensi sedang (II) yaitu Pantai Trisik dan Pantai Congot, dan ODTW potensi rendah (1) yaitu Pantai Bugel. Pengembangan ODTW Pantai Glagah diarahkan untuk meningkatkan daya tarik dan atraksi wisata selain juga melakukan perbaikan sarana dan prasarana wisata agar tingkat kunjungan wisatawan semakin meningkat. Ketiga pantai lainnya yaitu Pantai Trisik, Congot, dan Bugel juga diarahkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana transportasi dan fasilitas pendukung wisata
-
Kata Kunci : Objek wisata potensial,Pengembangan Pariwisata,Kulonprogo,DIY