HUBUNGAN SAFETY CLIMATE DAN RISK TAKING BEHAVIOR DI PT X SITE Y
Ramadhina Nur Fauzia, Ir. Rochim Bakti Cahyono, ST., M.Sc., Ph.D., IPM ; Vena Jaladara, SKM., MPH.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Industri pertambangan merupakan salah satu sektor
kerja dengan risiko tinggi, di mana pekerja secara terus-menerus dihadapkan
pada kondisi berbahaya yang memerlukan budaya keselamatan kerja yang kuat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara iklim keselamatan kerja
(safety climate) dan perilaku pengambilan risiko (risk-taking
behavior) pada pekerja di PT X Site Y. Fokus utama diberikan pada tiga
dimensi iklim keselamatan, yaitu lingkungan kerja, keterlibatan, dan apresiasi
pribadi terhadap risiko, serta bagaimana ketiganya memengaruhi kecenderungan
perilaku tidak aman dalam lingkungan kerja berisiko tinggi.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional,
berbasis data sekunder yang dikumpulkan oleh PT X pada tahun 2023. Sebanyak 481
data yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik purposive
sampling. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang telah tervalidasi,
dan dianalisis dengan korelasi Spearman serta regresi logistik biner.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pekerja
memberikan penilaian positif terhadap lingkungan kerja dan keterlibatan, hanya
sebagian kecil yang memiliki apresiasi risiko yang tinggi. Sebanyak 50,9%
responden dikategorikan memiliki kecenderungan perilaku tidak aman. Analisis
statistik menunjukkan bahwa ketiga dimensi safety climate berkorelasi
signifikan terhadap risk-taking behavior, dengan apresiasi risiko
sebagai prediktor paling kuat. Temuan ini menyoroti pentingnya meningkatkan
kesadaran risiko individu dan keterlibatan partisipatif untuk mendorong
perilaku kerja yang lebih aman.
Kesimpulan: Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman empiris tentang peran iklim keselamatan dalam mengurangi perilaku tidak aman, serta menjadi dasar bagi intervensi keselamatan yang lebih efektif di sektor pertambangan.
Background: The mining industry remains one of the most
hazardous occupational sectors, where workers are constantly exposed to
high-risk conditions that demand a strong safety culture. This study aims to
investigate the relationship between safety climate and risk-taking behavior
among workers at PT X Site Y in Indonesia. The research focuses on three
dimensions of safety climate: work environment, involvement, and personal
appreciation of risk, and how these factors influence unsafe behavioral
tendencies in high-risk occupational settings.
Methods:
A cross-sectional
quantitative design was employed using secondary data collected by PT X in
2023. A total of 481 valid responses were analyzed using purposive sampling.
Data were obtained through standardized questionnaires adapted from the
Loughborough Safety Climate Assessment Toolkit and a custom instrument
measuring risk-taking behavior, then analyzed using Spearman’s correlation and
binary logistic regression.
Results: Findings reveal that
while work environment and involvement were positively perceived by the
majority of workers, only a minority demonstrated a strong personal
appreciation of risk. Notably, 50.9% of respondents exhibited unsafe behavioral
tendencies. Statistical analysis confirmed significant positive associations
between all three safety climate dimensions and risk-taking behavior, with
appreciation of risk being the strongest predictor of safe conduct. These
results suggest that enhancing risk perception and fostering participatory
engagement are more effective in promoting safety behavior than environmental
improvements alone.
Conclusion: This study underscores the need for tailored safety interventions that address both structural and psychological aspects of safety climate to mitigate unsafe behavior in the mining sector.
Kata Kunci : appreciation of risk; mining safety; risk-taking behavior; safety climate; safety participation; work environment; workplace hazard prevention.