Laporkan Masalah

Peran Pramuwisata dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata Tamansari Yogyakarta

Dhea Galuh Ajeng Hidayati, Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. ; Ir. Endang Sulastri, S.Pt., MA., Ph.D., IPM.

2025 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Pengakuan UNESCO terhadap Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia menegaskan pentingnya kawasan tersebut, termasuk Tamansari, sebagai bagian integral dari tata ruang dan filosofi kota Yogyakarta. Tamansari tidak hanya menyimpan nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menghadirkan daya tarik visual melalui arsitektur yang memukau perpaduan gaya Jawa, Islam, Portugis, dan Eropa, serta kehidupan budaya masyarakat lokal di sekitarnya yang masih lestari hingga kini. kehadiran pramuwisata menjadi elemen penting dalam menjembatani pemahaman wisatawan terhadap nilai-nilai yang terkandung di kawasan Tamansari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pramuwisata dan faktor-faktornya dalam meningkatkan daya Tarik wisata Tamansari Yogyakarta. Penelitian ini menggunaan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan secara purposive. Sumber Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa pramuwisata belum sepenuhnya optimal memberikan pengalaman berkualitas untuk wisatawan. Hal tersebut disebabkan dua faktor utama. Faktor pertama disebabkan ketidakpuasan pramuwisata terhadap profesinya yang mencangkup 1) perilaku wisatawan yang kurang menghargai, 2) karakter antar pramuwisata, sikap senioritas yang merasa sudah bekerja lebih lama, terakhir adalah pendapatan yang tidak merata. Faktor kedua terkait pengelolah yang harus lebih memperhatikan fasilitas objek wisata, kualitas sumber daya manusia, tata kelolah UMKM yang lebih terorganisir, dan membantu mengenalkan pramuwisata di loket tiket.

UNESCO’s recognition of the Philosophical Axis of Yogyakarta as a World Cultural Heritage site underscores the significance of this area, including Tamansari, as an integral part of the city’s spatial layout and philosophical foundation. Tamansari holds not only high historical value but also visual appeal through its stunning architecture, which reflects a blend of Javanese, Islamic, Portuguese, and European styles. Additionally, the surrounding local cultural life remains preserved to this day. The presence of tour guides plays a crucial role in bridging tourists’ understanding of the cultural and historical values embedded in the Tamansari area. This study aims to analyze the role of tour guides and the contributing factors in enhancing the tourist attraction of Tamansari Yogyakarta. A qualitative approach was used in this research, with informants selected through purposive sampling. Both primary and secondary data sources were utilized, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings of this study conclude that the role of tour guides has not yet been fully optimized in delivering a quality experience for visitors. This is influenced by two main factors. The first is the dissatisfaction among tour guides regarding their profession, which includes: (1) a lack of respect from some tourists, (2) internal dynamics among tour guides marked by seniority issues, and (3) unequal income distribution. The second factor relates to management issues, including the need for improved tourist site facilities, better human resource quality, more organized management of local MSMEs, and enhanced efforts to introduce tour guides at the ticket counter.

Kata Kunci : Pramuwisata, Peran, Tamansari

  1. S2-2025-501184-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501184-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501184-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501184-title.pdf