Efektivitas dan Ketahanan Minyak Makan Merah Sebagai Media Penggoreng dan Pengaruhnya Pada Produk Makanan Yang Digoreng
Cornelia Pentury, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc; Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc
2025 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi Pangan
Minyak makan merah kaya akan ?-karoten dan
berpotensi dijadikan sebagai media penggorengan berdasarkan efektifitas dan
ketahananya dalam penggorengan berulang. Pengaplikasian minyak makan merah
diharapkan dapat memberikan kandungan gizi yang baik dan masih tertinggal di dalam
produk. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan efektivitas minyak makan
merah sebagai media penggorengan dan ketahanannya terhadap penggorengan
berulang pada produk makanan yang digoreng, serta sensorisnya dari segi
intensitas relatif, penerimaan panelis, dan korelasi antara intensitas relatif
dan penerimaan panelis. Tiga jenis bahan pangan dengan kadar air yang berbeda digunakan sebagai model (tahu, kentang,
kerupuk) untuk mengetahui laju perubahan kualitas minyak dan produk selama
penggorengan berulang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak
ada perbedaan signifikan terhadap bilangan iod minyak makan merah hasil
penggorengan, laju perubahan ?-karoten minyak, dan laju perubahan bilangan
peroksida. Namun, terdapat pengaruh signifikan terhadap viskositas, total
senyawa polar, laju perubahan asam lemak bebas, dan laju perubahan ?-karoten
produk, serta kadar air dan kadar lemaknya. ?-karoten sebagai fitonutrien yang
banyak terkandung dalam minyak makan merah efektif dalam menekan tingkat
degradasi minyak. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil minyak makan merah
segar sampai penggorengan ke-4 yang berada dalam rentang standar yang
ditetapkan (SNI).
Produk hasil penggorengan minyak
makan merah dapat diterima panelis dengan skor kesukaan tiap parameter ? 5. Nilai
koefisien korelasi menunjukkan kekuatan hubungan berkisar dari lemah hingga
sedang, mengindikasikan bahwa preferensi panelis dipengaruhi oleh kombinasi
beberapa atribut sensoris dan variasi sampel.
Red cooking oil is rich in ?-carotene and
has the potential to serve as a frying medium based on its effectiveness and
stability during repeated frying cycles. Its application is expected to provide
nutritional value that remains in the fried product. This study aims to
determine the effectiveness and durability of red cooking oil as a frying
medium for fried products, as well as to evaluate sensory aspects in terms of
relative intensity, panelist acceptance, and the correlation between these two
attributes. Three food types with varying moisture content (tofu, French fries,
and crackers) were used to evaluate the rate of quality degradation in both the
oil and fried products across frying cycles.
The results showed no significant
differences in the rate of change of ?-carotene content, peroxide value, and iodine
value of red cooking oil during frying. However, significant effects were
observed on free fatty acid levels, viscosity, total polar compounds, product
?-carotene content, as well as moisture and fat contents. ?-carotene, the
primary phytonutrient in red cooking oil, was effective in reducing the degree
of oil degradation, as evidenced by the stability of red cooking oil from the
fresh to the fourth frying cycle, which remained within the standards set by
the Indonesian National Standard (SNI).
Fried products using red cooking oil were
accepted by panelists, with all liking scores for each parameter reaching ? 5. The
correlation coefficients indicated that the strength of the relationship ranged
from weak to moderate, suggesting that panelists’ preferences were influenced
by a combination of multiple sensory attributes and sample variation.
Kata Kunci : Minyak makan merah, ?-karoten, media penggoreng, produk gorengan, sensoris.