Laporkan Masalah

Pengaruh Aset Sewa dan Liabilitas Sewa terhadap Laba pada Perusahaan Penerbangan di Asia Tenggara

Intan Suryani, Singgih Wijayana, S.E., M.Si., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh dari aset sewa dan liabilitas sewa terhadap laba, akibat penerapan IFRS 16 pada perusahaan penerbangan di kawasan Asia Tenggara. Penerapan IFRS 16 yang membawa perubahan fundamental dalam akuntansi sewa, di mana seluruh kontrak sewa baik operasi maupun finansial arus diakui dalam neraca. Perubahan ini berdampak signifikan pada sektor penerbangan di Asia Tenggara yang secara intensif menggunakan skema sewa untuk pengadaan armada pesawat dan aset pendukung.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan sampel yang digunakan sebanyak 12 perusahaan penerbangan di Asia Tenggara selama periode 5 tahun (2020-2024). 
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset sewa dan liabilitas sewa tidak berpengaruh signifikan terhadap laba. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun IFRS 16 mengubah struktur dan pengakuan keuangan, dampaknya terhadap profitabilitas operasional tidak langsung terwujud, kemungkinan ada faktor efisiensi operasional, kebijakan manajemen, serta dinamika eksternal industri penerbangan.
Batasan/Implikasi – Penelitian ini terbatas pada dua variabel terkait laba perusahaan dan diteliti hanya dalam jangka waktu 5 tahun (2020-2024). Selain itu, pengukuran laba hanya diukur menggunakan indikator tertentu, yaitu EBITDA.
Orisinalitas – Penelitian sebelumnya yang mengkaji pengaruh aset sewa dan liabilitas sewa terhadap laba perusahaan akibat penerapan IFRS 16 lebih banyak berfokus pada karakteristik perusahaan, tipe industri dan di negara maju. Sementara itu, penelitian ini mengisi kesenjangan dalam penelitian sebelumnya dengan menggunakan objek di negara berkembang.

Purpose - This study aims to analyze and provide empirical evidence regarding the influence of lease assets and lease liabilities on profit, resulting from the implementation of IFRS 16 in airline companies in the Southeast Asian region. IFRS 16 fundamentally changes lease accounting by requiring all lease contracts—both operating and financial—to be recognized on the balance sheet. This change has a significant impact on the aviation sector in Southeast Asia, a region which intensively uses leasing schemes to procure aircraft fleets and supporting assets.

Research Methods - This research employed a quantitative approach, using a sample of 12 airline companies in Southeast Asia over five-year period (2020-2024).

Findings - The results showed that lease assets and lease liabilities had no significant impact on profit. This finding indicates that although IFRS 16 changes the financial structure and recognition, its impact on operational profitability is not immediately apparent, likely due to factors such as operational efficiency, management policies, and external dynamics in the aviation industry.


Limitations / Implications - This research is limited to two variables related to corporate profits and is examined over a five-year period (2020-2024). Furthermore, profit is measured using only one indicator, namely EBITDA.

Originality – Previous research examining the impact of lease assets and lease liabilities on corporate profits following the adoption of IFRS 16 has focused more on company characteristics, industry types, and developed countries. Meanwhile, this study fills this gap by using a developing country as its subject.





Kata Kunci : Lease Assets, Lease Liabilities, Earning, Airlines, IFRS 16

  1. S2-2025-525580-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525580-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525580-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525580-title.pdf