Penggunaan data landsat thematic mapper untuk studi kerentanan banjir di lahan rendah antara S.Bogowonto dan S. Cokroyasan kabupaten Purworejo
Cahyo Suprobo, Dr. Prapto Suharsono, M.Sc.; Sigit Heru Murti, S.Si., M.Si.
2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan di daerah lahan rendah antara Sungai Bogowonto dan Sungai Cokroyasan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 204 Km². Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kegunaan citra Landsat Thematic Mapper (TM) untuk studi kerentanan banjir dan menentukan daerah-daerah yang sering terlanda banjir dan distribusi daerah rentan banjr yang diujudkan dalam peta kerentanan banjir. Metode penelitian menggunakan tehnik penginderaan jauh dengan citra Landsat TM, sedangkan teknik pengambilan sampel secara "Purposive Sampling". Pendekatan yang digunakan dalam estimasi kerentanan banjir adalah dengan pendekatan bentuklahan dan pendekatan kelembaban tanah selanjutnya dibandingkan dengan peta kerentanan banjir berdasarkan survei lapangan, sehingga diketahui pendekatan mana yang memberikan hasil lebih baik untuk studi kerentanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari dua bentuklahan utama, yaitu bentuklahan asal fluvial dan marin yang terbagi dalam sembilan satuan bentuklahan. Berdasarkan klasifikasi kelembaban tanah daerah penelitian terbagi atas empat zone kelembaban tanah, yaitu kering, rendah, sedang, dan tinggi. Dari estimasi hasil ini diperoleh peta kerentanan banjir yang terbagi atas empat kelas, yaitu kelas tidak rentan, kerentanan rendah, sedang dan tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa informasi nilai spektral citra Landsat TM dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kedalaman banjir dengan nilai korelasi r = 0,71. Hasil analisis perbandingan menunjukkan bahwa estimasi kerentanan banjir menggunakan citra Landsat TM dengan pendekatan bentuklahan mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan tingkat kerentanan banjir lapangan dengan presentase kebenaran hasil estimasi 72%, sehingga peta kerentanan banjir dengan pendekatan geomorfologi mempunyai tingkat kegunaan yang lebih baik bila dibandingkan dengan peta kerentanan banjir yang mendasarkan pada kelembaban tanah permukaan yang mempunyai prosentase kebenaran 59% tergolong mempunyai hubungan yang rendah dengan tingkat kerentanan banjir
-
Kata Kunci : Data Landsat Thematic Mapper,Kerentanan banjir,Lahan rendah,Purworejo,Jawa Tengah