Upaya Pelestarian Jamu Tradisional: Studi Kasus Pedagang Jamu di Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga
Alifah Nur Addina, Prof. Dr. Atik Triratnawati, M.A.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Jamu merupakan salah satu budaya lokal yang digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. Pengetahuan mengenai jamu tradisional perlu dilestarikan karena memberikan manfaat bagi kesehatan dan dapat membantu para pedagang memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Sayangnya, proses pelestarian tidak selalu berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya para pedagang jamu dalam melestarikan jamu tradisional serta tantangan-tantangan yang mereka hadapi.
Penelitian dilakukan di Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Informan merupakan pedagang jamu yang tergabung dalam Kelompok UMKM Jamu Sehat Waras. Penelitian dilakukan pada bulan Januari, Februari dan April 2025. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara terhadap lima informan serta studi pustaka. Data dianalisis secara deskriptif untuk menarasikan situasi yang terjadi dari hasil penelitian.
Para pedagang jamu di Desa Beji memahami pelestarian sebagai upaya untuk mempertahankan jamu dengan cara meneruskan pengetahuannya kepada generasi selanjutnya. Upaya yang mereka lakukan dalam melestarikan jamu yaitu dengan cara transmisi secara langsung kepada anak-anak mereka, transmisi melalui pembiasaan meminum jamu serta transmisi melalui sosialisasi. Tantangan yang mereka hadapi sehingga pelestarian tidak berjalan lancar yaitu perubahan pola pikir dan terbatasnya ruang transmisi hanya ke anak perempuan.
Jamu is one of the local cultures used by the community to overcome health problems. Knowledge of traditional herbal medicine needs to be preserved because it provides health benefits and can help sellers fulfill their families' needs. Unfortunately, the preservation process does not always run smoothly. This study aims to find out the efforts of jamu sellers in preserving traditional jamu and the challenges they face.
The research was conducted in Beji Village, Bojongsari Sub-district, Purbalingga Regency. Informants are jamu sellers who are members of the Jamu Sehat Waras UMKM Group. The research was conducted in January, February and April 2025. This research is a case study with data collection methods based on observation and interviews with five informants and literature study. The data were analyzed descriptively to narrate the situation that occurred from the research results.
The jamu sellers in Beji Village understand preservation as an effort to maintain jamu by sharing their knowledge to the next generation. The efforts they make in preserving jamu are through direct transmission to their children, transmission through the habit of drinking jamu and transmission through socialization. The challenges they face that prevent the preservation ran smoothly include changes in mindset, and limited transmission that taught only to daughters.
Kata Kunci : jamu, pengobatan tradisional, pelestarian, transmisi