Laporkan Masalah

Studi sistem pemberian insentif Perawat Anestesi di Rumahsakit wilayah Yogyakarta dan Klaten

ARUAN, Panangaran, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Perawat anestesi merupakan bagian dari sumberdaya manusia penggerak pelayanan kesehatan di rumah sakit. Keberhasilan pembinaannya akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara umum. Salah satu upaya pembinaan perawat anestesi adalah melalui pemberian kompensasi berupa insentif yang proporsional dengan beban dan tanggungjawab profesinya. Tujuan: Untuk mengetahui besar dan sistem pemberian insentif perawat anestesi di rumahsakit wilayah Yogyakarta dan Klaten. Metode: Studi sistem pemberian insentif bagi perawat anestesi dilakukan pada 7 rumahsakit di wilayah Yogyakarta dan Klaten dengan melibatkan responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui indepth interview terhadap para responden perawat anestesi yang bertugas 7 rumahsakit tersebut. Penulisan hasil penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan sistem pemberian insentif di 7 rumahsakit di wilayah Yogyakarta dan Klaten. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemberian insentif atau jasa medik pada 7 rumahsakit di wilayah Yogyakarta dan Klaten belum mengikuti pola tertentu yang baku namun masih tergantung kepada kebijakan masingmasing- masing rumahsakit meskipun secara khusus telah pernah dibuat suatu kesepahaman antara organisasi perawat anestesi (IPAI) dengan organisasi dokter spesialis anetesi (DSAI) mengenai pembagian jasa medis antar kedua profesi tesebut. Ada perbedaan yang cukup mencolok antara sistem pemberian insentif di rumahsakit pemerintah dan swasta dimana pada rumah sakit swasta lebih baik dan dipandang adil oleh responden. Pemberian insentif juga dipengaruhi oleh jumlah dan jenis kasus yang ditangani oleh responden serta tergantung kepada status kepegawaian perawat anestesi bersangkutan. Kesimpulan : Sistem pemberian insentif di 7 rumahsakit di wilayah Yoyakarta dan Klaten belum jelas dan belum adil, serta tidak proposional dengan beban tugas dan tanggungjawab perawat anestesi sehingga perlu upaya perbaikan dari pihak terkait dan berwenang terutama rumahsakit dan pemerintah

Kata Kunci : Kebijakan Layanan Kesehatan,Insentif,Perawat Anestesi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.