Perilaku Petani terhadap Risiko Produksi Usaha Tani Bawang Merah di Lahan Pasir Pantai Samas Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul
Dea Monica Efendi, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2025 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian
Bawang merah merupakan tanaman cash crop dengan tingkat penerimaan yang tinggi namun sekaligus risikonya tinggi. Risiko utama yang dihadapi petani adalah risiko produksi pada lahan pasir pantai sebagai lahan marginal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat risiko produksi, (2) menganalisis faktor produksi yang berpengaruh terhadap risiko produksi, (3) menganalisis perilaku petani terhadap risiko produksi, (4) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada perilaku risiko petani, dan (5) menganalisis korelasi antara risiko produksi dengan perilaku risiko petani. Koefisien variasi (CV), model risiko Just & Pope, parameter keengganan risiko (K(S)), regresi ordinal logit, dan uji korelasi (Kendall’s tau_b dan Spearman’s rho) digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi tergolong tinggi dengan faktor yang menurunkan risiko adalah pestisida cair dan TKLK, sedangkan luas lahan merupakan faktor yang meningkatkan risiko. Petani cenderung berperilaku risk averse. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan off farm dan non farm berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku petani dalam menghindari risiko. Selain itu, usia, pengalaman usaha tani, dan jumlah anggota keluarga turut memengaruhi petani dalam berperilaku menghindari risiko. Adapun tingkat risiko produksi dan perilaku petani terhadap risiko produksi tidak terdapat korelasi.
Shallots are a high-return cash crop, but also carry significant risks. The main risk farmers face is production risk on coastal sandy soils, which are marginal lands. This study aims to (1) analyze the level of production risk, (2) analyze the production factors that influence production risk, (3) analyze farmers' behavior toward production risk, (4) analyze the factors that influence farmers' risk behavior, and (5) analyze the correlation between production risk and farmers' risk behavior. The coefficient of variation (CV), Just & Pope risk model, risk aversion parameter (K(S)), ordinal logit regression, and correlation tests (Kendall’s tau_b and Spearman’s rho) were used in this study. The study results indicate that production risk is relatively high, with liquid pesticides and TKLK being factors that reduce risk. At the same time, land area is a factor that increases risk. Farmers tend to exhibit risk-averse behavior. The study also shows that off-farm and non-farm work significantly influence farmers' behavior in avoiding risk. Age, farming experience, and the number of family members also influence farmers' behavior in preventing risk. There is no correlation between the level of production risk and farmers' behavior toward production risk.
Kata Kunci : bawang merah, lahan pasir, risiko, produksi, perilaku risiko